Kegiatan belajar tidak selalu harus dilakukan di dalam ruang kelas. MTs Plus Madinatul Mubtadi-ien kembali menghadirkan pengalaman belajar yang berbeda melalui kegiatan rihlah tahunan ke Yogyakarta yang dilaksanakan pada 27–29 Januari 2026. Rihlah ini merupakan agenda rutin madrasah yang dilaksanakan dua tahun sekali, sebagai sarana pembelajaran di luar kelas sekaligus penyegaran bagi para siswa setelah menjalani kegiatan belajar di madrasah.
Rihlah tahun ini diikuti oleh para siswa kelas VII dan VIII dengan penuh antusiasme. Sejak keberangkatan, semangat dan keceriaan sudah terlihat dari para siswa yang siap mengikuti rangkaian kegiatan dengan tertib dan penuh rasa ingin tahu. Sementara itu, siswa kelas IX tidak turut serta karena telah mengikuti kegiatan rihlah pada tahun sebelumnya.
Pelaksanaan rihlah kali ini terasa lebih istimewa karena bertepatan dengan kegiatan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM). Beberapa guru KKM turut serta mendampingi perjalanan, sehingga kegiatan ini tidak hanya melibatkan siswa dan guru madrasah, tetapi juga menjadi ruang kebersamaan antara peserta didik dan pendamping KKM. Kehadiran para guru KKM menambah suasana keakraban serta mempererat hubungan selama perjalanan berlangsung.
Dalam kegiatan rihlah ini, para siswa diajak mengunjungi berbagai destinasi yang memiliki nilai religius, edukatif, dan rekreatif. Tujuan pertama yang dikunjungi adalah Masjid Sheikh Zayed Solo, yang menjadi sarana pembelajaran spiritual sekaligus pengenalan arsitektur masjid modern dengan nuansa Islami yang kuat. Kunjungan ini mengajak siswa untuk menumbuhkan rasa kagum sekaligus meningkatkan kecintaan terhadap nilai-nilai keagamaan.
Perjalanan dilanjutkan ke Candi Prambanan, salah satu situs bersejarah yang kaya akan nilai budaya dan toleransi. Melalui kunjungan ini, siswa memperoleh pembelajaran langsung mengenai sejarah dan peninggalan peradaban Nusantara. Kegiatan ini menjadi sarana edukasi yang menghubungkan materi pembelajaran dengan pengalaman nyata di lapangan.
Selain itu, para siswa juga mengunjungi Pusat Oleh-oleh Khas Yogyakarta Bakpia 25. Di tempat ini, siswa tidak hanya berbelanja oleh-oleh, tetapi juga dikenalkan dengan produk lokal khas daerah sebagai bentuk pembelajaran sederhana mengenai potensi ekonomi kreatif. Kegiatan rihlah semakin seru dengan adanya Off Road Jeep Merapi, yang memberikan pengalaman menantang sekaligus wawasan mengenai kondisi geografis dan sejarah Gunung Merapi.
Menariknya, rihlah tahun ini juga menjadi pengalaman bermakna bagi para guru KKM yang turut mendampingi. Melalui interaksi langsung selama perjalanan, guru KKM dapat lebih mengenal karakter, kebiasaan, serta dinamika siswa di luar lingkungan kelas. Pendampingan yang dilakukan tidak hanya sebatas pengawasan, tetapi juga melalui komunikasi ringan, pendampingan emosional, serta penanaman nilai disiplin dan kebersamaan. Hal ini menjadikan kegiatan rihlah sebagai bagian dari proses pengabdian KKM di bidang pendidikan.
Salah satu guru MTs Plus Madinatul Mubtadi-ien, Misbahul Munir Setiawan, S.Mat., menyampaikan bahwa rihlah tahun ini terasa lebih seru dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Variasi destinasi yang dikunjungi serta kekompakan seluruh peserta membuat kegiatan ini berjalan lancar dan memberikan kesan mendalam bagi para siswa.
Melalui kegiatan rihlah tahunan ini, MTs Plus Madinatul Mubtadi-ien berharap siswa dapat memperoleh pengalaman belajar yang menyenangkan, memperluas wawasan, serta mempererat kebersamaan antarwarga madrasah. Rihlah tidak hanya menjadi kegiatan wisata, tetapi juga bagian dari proses pendidikan yang menyeimbangkan aspek akademik, karakter, dan kebersamaan.