Dusun Paras merupakan salah satu dusun yang terletak di wilayah Desa Karangnongko, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang. Masayarakat Dusun Paras terkenal dengan keramahtamahannya dan adat istiadat yang masih sangat terjaga dengan baik. Di Dusun Paras kegiatan keagamaan dan kerja bakti masih menjadi bagian penting dari kehidupan sehari-hari warganya, masyarakat secara rutin mengadakan kegiatan keagamaan, seperti ratiban, dibaan, tahlil, yasin, dan istighotsah yang dihadiri oleh hampir seluruh warga dusun. Kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana untuk memperkuat tali silaturahmi, tetapi juga memperkuat rasa kebersamaan dan kepedulian antar warga.
Setiap minggu terdapat beberapa jadwal yang dilakukan secara rutin di rumah-rumah warga secara bergantian dari rumah ke rumah. Dalam sekali putaran biasanya mendapat satu kali jatah sebagai tuan rumah. Kegiatan keagamaan biasanya dilakukan bersama ibu-ibu, bapak-bapak, dan para remaja Dusun Paras. Pada hari Senin ba`da maghrib warga perempuan melaksanakan pembacaan Ratibul Al-Haddad. Ratibul Al-Haddad merupakan amalan yang berisi doa dan dzikir untuk memohon perlindungan Allah SWT dari segala marabahaya yang ada. Semua mahasiswa KKM khusunya perempuan ikut meramaikan acara Ratibul Al-Haddad yang ada di Dusun Paras.
Pada hari Senin juga dilaksanakan pembacaan Maulid Diba` setelah sholat isya. Warga Dusun Paras sangat antusias mengikuti kegiatan tersebut. Keberkahan di dalam maulid diba’ itu sangat banyak, keutamaanya pun sangat luas. Tentunya untuk memperbanyak salawat kepada Rasulullah saw. Serta menumbuhkan rasa cinta kita kepada Rasulullah.
Sementara itu pada hari Jumat ba`da Isya para pemuda Dusun Paras juga berkumpul melakukan pembacaan Ratibul Al-Haddad yang dilakukan setiap 2 minggu sekali, kegiatan pembacaan Ratibul Al-Haddad ini diikuti para remaja baik perempuan maupun laki-laki.
Masyarakat Dusun Paras pada umumnya, melaksanakan kegiatan tahlil pada hari Rabu ba`da Maghrib untuk warga perempuan dan hari Kamis ba`da Isya untuk warga laki-laki. Kegaiatan tahlil ini biasanya di awali dengan membaca yasin kemudian pembacaan tahlil dan terakhir pembacaan istighotsah. Adanya pembacaan tahlil rutin ini juga bisa menambah tali silaturahmi antarwarga. Sangat jarang warga dapat berkumpul dan saling bertatap muka seperti kegiatan tahlilan ini, mengingat kesibukan masing-masing warga.
Dalam kegaiatan keagamaan tersebut juga disediakan berbagai macam hidangan seperti nasi, buah-buahan, dan jajanan lainnya yang diberikan setelah proses acara selesai yang mana dilakukan masih di tempat orang yang memiliki hajat. Biasanya juga diberikan makanan setelah orang-orang yang ikut di dalam acara tersebut mulai beranjak pulang yang disebut dengan berkat.
Selain kegaiatan keagamaan, warga Dusun Paras juga aktif melaksanakan kegiatan kerja bakti bersama dan dilakukan tiap 2 minggu sekali. Kegiatan kerja bakti biasanya dilakukan secara bergotong royong, seperti membersihkan lingkungan dan merawat jalan setempat. Kerja bakti ini menjadi bukti nyata bahwa semangat gotong royong dan kepedulian terhadap lingkungan masih sangat hidup di Dusun Paras. Kegaiatan membersihkan jalan desa dilakukan untuk menciptakan lingkungan yang sehat, bebas dari sampah, rumput, dan pohon yang sudah rimbun. Karena lingkungan yang sehat dan bersih tidak akan menimbulkan sarang penyakit.
Kebersihan lingkungan memiliki dampak langsung terhadap keindahan dan keasrian sebuah wilayah. Lingkungan yang bersih tidak hanya memberikan kenyamanan bagi penduduknya, tetapi juga menciptakan suasana yang menyegarkan dan harmonis dengan alam. Di Dusun Paras, partisipasi aktif warga bersama mahasiswa KKM dalam kegiatan kerja bakti menunjukkan pentingnya kolaborasi untuk menjaga kebersihan lingkungan. Kerja bakti yang dilakukan secara bersama-sama memperkuat kekompakan di antara mereka, karena dengan bekerja bersama, beban pekerjaan menjadi lebih ringan dan selesai dengan cepat. Kegiatan ini tidak hanya berfokus pada kebersihan fisik, tetapi juga menumbuhkan rasa kepedulian terhadap lingkungan sekitar.
Dengan menjaga kebersihan secara rutin, lingkungan tetap terjaga dengan baik, serta dapat hidup berdampingan dengan alam secara berkelanjutan. Ini juga berarti bahwa keindahan alam dan kenyamanan hidup dapat terus dinikmati oleh generasi mendatang.
Keikutsertaan mahasiswa KKM di Dusun Paras dalam kegiatan keagamaan dan kerja bakti menunjukkan peran penting yang dapat dimainkan oleh mahasiswa dalam mempererat hubungan antara masyarakat dan memperkuat nilai-nilai gotong royong serta kepedulian sosial. Kegiatan keagamaan yang rutin, seperti ratiban, tahlil, dan dibaan, tak hanya memperdalam ikatan spiritual, tetapi juga menjadi sarana untuk menyatukan berbagai lapisan masyarakat dari berbagai usia, termasuk pemuda dan ibu-ibu. Kehadiran mahasiswa KKN dalam kegiatan ini tidak hanya memberikan dampak positif bagi penguatan nilai agama di dusun tersebut, tetapi juga memperkenalkan perspektif baru bagi warga mengenai pentingnya peran generasi muda dalam menjaga tradisi dan kebersamaan. Melalui kerja bakti bersama, yang melibatkan warga dusun dan mahasiswa, tercipta sinergi yang memperkuat kekompakan dan solidaritas di antara mereka. Kegiatan ini juga memberi contoh nyata tentang bagaimana menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan secara berkelanjutan.
Secara keseluruhan, kegiatan keagamaan dan kerja bakti yang dilakukan oleh mahasiswa KKN bersama masyarakat Dusun Paras mencerminkan pentingnya kolaborasi antar generasi dalam menjaga nilai-nilai sosial dan lingkungan.