1 year ago

Kiprah Mahasiswa KKM UIN Malang dalam Penguatan Moderasi Beragama

Header Image
IMROATUS SHOLIKHAH

220102110037 • KKM MBKM & Pengabdian Lain • G.321

Kiprah mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dalam penguatan moderasi beragama di Desa Sukosewu, Kabupaten Blitar, menjadi contoh nyata bagaimana peran generasi muda bisa memberikan kontribusi signifikan dalam membangun harmoni dan toleransi di tengah masyarakat yang majemuk. Indonesia sebagai negara dengan keberagaman suku, agama, budaya, dan bahasa memerlukan upaya berkelanjutan untuk menjaga kerukunan, khususnya di kalangan remaja yang merupakan generasi penerus bangsa. Dalam konteks tersebut, mahasiswa KKM UIN Malang menjalankan misi edukasi dengan menggelar seminar bertema “Moderasi Beragama untuk Remaja” yang melibatkan berbagai elemen, mulai dari dosen pembimbing, tokoh agama, hingga mahasiswa itu sendiri sebagai fasilitator dan penggerak utama. Seminar ini dirancang tidak hanya sebagai transfer ilmu, tetapi juga sebagai ruang dialog interaktif yang membuka wawasan dan kesadaran peserta tentang pentingnya hidup berdampingan dengan sikap saling menghormati dan menghindari sikap ekstrem. Peserta seminar yang berasal dari berbagai latar belakang agama dan pendidikan sangat antusias mengikuti materi yang membahas konsep moderasi, bagaimana mengelola perbedaan secara positif, serta penerapan nilai-nilai toleransi dalam kehidupan sehari-hari, terutama di era digital yang penuh dengan tantangan informasi dan potensi konflik. Selain seminar, mahasiswa KKM juga aktif mengadakan berbagai kegiatan sosial yang memperkuat nilai kebersamaan, seperti berbagi takjil di bulan Ramadhan, gotong royong bersama warga untuk persiapan buka puasa bersama, serta diskusi santai yang mengangkat tema-tema keagamaan dan kemanusiaan. Kegiatan-kegiatan ini mempererat ikatan sosial lintas agama dan usia, sekaligus memberikan pengalaman langsung bagi mahasiswa dalam menerapkan nilai-nilai moderasi secara nyata di lapangan. Melalui interaksi intensif dengan masyarakat desa, mahasiswa belajar bahwa moderasi beragama adalah sebuah proses yang menuntut kesabaran, ketulusan, dan kepekaan terhadap dinamika sosial. Mereka menyadari bahwa membangun perdamaian tidak cukup hanya dengan teori, melainkan harus dibarengi dengan aksi nyata yang menyentuh hati masyarakat. Kesederhanaan langkah seperti membuka ruang dialog, menumbuhkan empati, dan memfasilitasi pertemuan lintas kelompok menjadi kunci keberhasilan dalam menguatkan kerukunan di lingkungan yang heterogen. Momen-momen seperti ini menjadi waktu yang sangat tepat untuk menanamkan nilai-nilai moderasi ini karena suasana kebersamaan dan saling berbagi yang kental, sehingga pesan toleransi dapat lebih mudah diterima dan diamalkan oleh masyarakat luas. Refleksi dari kegiatan KKM ini menunjukkan bahwa mahasiswa sebagai agen perubahan tidak hanya berperan sebagai pengajar, tetapi juga sebagai pembelajar yang mendapat pengalaman berharga tentang pentingnya membangun masyarakat yang inklusif dan harmonis. Harapan besar terpancar agar semangat moderasi beragama ini tidak hanya berhenti di Desa Sukosewu, melainkan menyebar ke berbagai komunitas lain sebagai gerakan kolektif yang memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa. Penguatan moderasi beragama memang menjadi tanggung jawab bersama mulai dari pemerintah, tokoh agama, hingga seluruh lapisan masyarakat, khususnya generasi muda yang menjadi penentu masa depan Indonesia. Dengan langkah-langkah kecil namun konsisten yang dilakukan mahasiswa KKM UIN Malang, tercermin harapan bahwa Indonesia akan terus menjadi negara yang tidak hanya kaya akan keberagaman, tetapi juga kuat dalam persatuan dan kedamaian. Inilah bukti nyata bahwa pendidikan, pengabdian masyarakat, dan semangat kebersamaan dapat menjadi jembatan dalam menghadirkan kehidupan berbangsa dan bernegara yang harmonis, toleran, dan penuh kasih sayang.