Program Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang tidak melulu berisi rangkaian kegiatan formal yang tersusun rapi. Di sela agenda utama seperti mengajar, sosialisasi, dan pendampingan masyarakat, terdapat aktivitas-aktivitas sederhana yang justru menghadirkan pengalaman berkesan. Salah satunya adalah keikutsertaan kami dalam kerja bakti pembangunan tempat wudhu serta kegiatan bersih-bersih di Musholla Baiturrohim, Dusun Lesti, Desa Dawuhan, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang.
Kegiatan ini melibatkan beberapa mahasiswa KKM yang memiliki waktu luang di luar program inti. Sejak pagi, kami bersama warga berkumpul di sekitar musholla. Tanpa pembagian peran yang kaku, setiap orang langsung bergerak sesuai kemampuan masing-masing. Ada yang membersihkan bagian dalam musholla, merapikan halaman, mengangkat pasir dan batu, hingga membantu proses pembangunan fasilitas tempat wudhu.
Suasana kerja bakti berlangsung hangat dan penuh keakraban. Gurauan ringan di sela-sela aktivitas membuat pekerjaan terasa lebih ringan, meskipun membutuhkan tenaga yang cukup besar. Dari kebersamaan ini, kami merasakan betapa kerja kolektif mampu menumbuhkan rasa solidaritas, bahkan dengan masyarakat yang sebelumnya belum begitu kami kenal.
Bagi kami, keterlibatan dalam kegiatan ini tidak hanya bermakna sebagai bantuan tenaga semata. Lebih jauh, kerja bakti ini menjadi sarana pembelajaran langsung mengenai nilai gotong royong yang masih terjaga kuat di lingkungan pedesaan. Musholla tidak sekadar berfungsi sebagai tempat ibadah, melainkan juga menjadi pusat aktivitas sosial dan keagamaan warga. Oleh sebab itu, menjaga kebersihan dan kelayakan fasilitasnya merupakan tanggung jawab bersama.
Selama kegiatan berlangsung, interaksi dengan warga terjalin secara natural. Obrolan santai seputar keseharian, kebiasaan masyarakat, hingga cerita tentang desa memberikan pengalaman yang sangat berharga. Melalui percakapan-percakapan sederhana tersebut, kami mulai mengenal karakter masyarakat Desa Dawuhan dengan lebih dekat, tanpa sekat antara mahasiswa dan warga.
Kerja bakti ini menyadarkan kami bahwa pengabdian kepada masyarakat tidak selalu harus diwujudkan melalui program besar dan formal. Kehadiran untuk membantu membersihkan musholla, mengangkut material bangunan, serta bekerja bersama warga justru sering kali memberikan dampak yang lebih nyata dan langsung dirasakan.
Melalui partisipasi dalam pembangunan tempat wudhu, kami semakin memahami pentingnya fasilitas sederhana dalam menunjang kenyamanan beribadah. Setiap usaha kecil yang kami lakukan menjadi bagian dari kontribusi kami selama menjalani KKM.
Di akhir kegiatan, rasa lelah terbayar dengan kepuasan. Musholla terlihat lebih bersih dan tertata, sementara pembangunan tempat wudhu menunjukkan perkembangan yang menggembirakan. Lebih dari itu, kami pulang dengan perasaan diterima sebagai bagian dari masyarakat. Pengalaman ini menjadi pengingat bahwa kebersamaan, kepedulian, dan keikhlasan merupakan esensi utama dalam pengabdian yang sesungguhnya.