1 year ago

KKM PSGA UIN Malang Giat Mengajar Ngaji: Ngaji Seru, Metode Berbeda, Semangat yang Sama! bohong dina

Header Image
KEYSHA ALEA

220401110184 • KKM Mandiri Integrasi • G.197

Kelompok KKM (Kuliah Kerja Mahasiswa) Pusat Studi Gender dan Anak UIN Malang menunjukkan kepeduliannya terhadap pendidikan agama anak-anak dengan melaksanakan kegiatan mengajar ngaji di dua TPQ, yaitu TPQ Bapak Samsul dan TPQ Tunas Islam. Kegiatan ini bertujuan untuk membantu anak-anak dalam belajar membaca Al-Qur’an serta memperdalam pemahaman mereka tentang dasar-dasar ajaran Islam. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi kesempatan bagi mahasiswa KKM PSGA untuk mengembangkan keterampilan mengajar sekaligus membangun kedekatan dengan masyarakat setempat.



Lokasi TPQ Bapak Samsul cukup berdekatan dengan TPQ Tunas Islam, namun jarak kedua TPQ tersebut cukup jauh dari posko KKM PSGA. Meski begitu, hal ini tidak menyurutkan semangat para mahasiswa untuk tetap datang mengajar. Setiap minggunya, mereka rutin mengajar sebanyak dua hingga tiga kali, memastikan anak-anak mendapatkan pembelajaran yang konsisten. Pengajaran di TPQ Tunas Islam yang dinaungi oleh Ustadz Khosyiin dimulai pukul 15.00 hingga pukul 17.00 WIB dengan lebih memfokuskan pada membaca Al-Qur’an dengan menggunakan metode Bil Qolam. Ustadz Khosyiin dibantu oleh istri beliau dalam mengajar ngaji. Menariknya, selain diajar oleh istri beliau, pengajaran juga dibantu oleh salah satu murid yang telah menyelesaikan pembelajarannya di sana. Sementara itu, TPQ Bapak Samsul memiliki cakupan pembelajaran yang lebih luas, mulai dari belajar membaca Al-Qur’an, memahami rukun iman dan rukun Islam, mengenal nama-nama nabi dan rasul, hingga belajar ilmu fiqih. Pembelajaran di TPQ Bapak Samsul dimulai setelah Maghrib dan berlangsung hingga setelah Isya.



Salah satu hal menarik di TPQ Bapak Samsul adalah metode hafalan nama-nama nabi dan rasul yang dikenalkan dengan menggunakan lagu anak-anak oleh Bu Badriah, istri Bapak Samsul sekaligus sebagai tenaga pengajar di sana. Cara ini membuat anak-anak lebih mudah mengingat pelajaran dan menjadikan suasana belajar lebih menyenangkan. Meski metode pengajaran di kedua TPQ ini berbeda, semangat belajar anak-anak tetap tinggi. Di era digital seperti sekarang, di mana penggunaan gadget semakin marak di kalangan anak-anak, masih banyak yang antusias untuk datang ke TPQ dan belajar mengaji dengan penuh semangat. Hal ini menjadi bukti bahwa nilai-nilai keislaman masih tertanam kuat di tengah masyarakat, dan kehadiran mahasiswa KKM PSGA semakin memperkuat hal tersebut dengan membawa energi positif dalam setiap sesi pembelajaran.



Oleh: Dina Tiara Latifa



LP2M #KKMPSGA #mengajar #mengaji #kuliahkerjamengabdi #uinmalang #mahasiswamengabdi #mahasiswa