3 months ago

KKM sebagai Proses Pembentukan Sikap Profesional dan Sosial

Header Image
HANAFIA ROSA WARDHANI

230703110137 • KKM Unggulan Fakultatif • G.232

KKM sebagai Proses Pembentukan Sikap Profesional dan Sosial



Selama menjalani Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM), kami tidak hanya melaksanakan program kerja yang telah dirancang, tetapi juga menjalani proses pembelajaran yang bersifat aplikatif dan kontekstual. Setiap tahapan kegiatan, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi program kesehatan, menjadi sarana pembentukan sikap profesional. Melalui proses ini, kami belajar menyusun kegiatan secara sistematis, menetapkan prioritas, serta bertanggung jawab terhadap setiap keputusan yang diambil dalam pelaksanaan program di masyarakat.



Pelaksanaan kegiatan KKM menuntut adanya kerja sama tim yang solid dan komunikasi yang efektif antaranggota. Perbedaan latar belakang keilmuan dan karakter dalam tim mengajarkan pentingnya koordinasi, pembagian peran, serta kemampuan menyelesaikan permasalahan secara kolektif. Pengalaman ini memperkuat pemahaman bahwa profesionalisme tidak hanya ditentukan oleh kompetensi individu, tetapi juga oleh kemampuan bekerja sama dan beradaptasi dalam suatu tim multidisipliner.



Interaksi langsung dengan masyarakat menjadi bagian penting dalam pembentukan sikap sosial mahasiswa. Kami dituntut untuk bersikap komunikatif, sabar, dan menghargai perbedaan pandangan maupun kebiasaan yang ada di lingkungan masyarakat. Melalui interaksi tersebut, kami belajar bahwa pendekatan kesehatan yang efektif harus dilandasi oleh empati dan pemahaman terhadap kondisi sosial, budaya, serta kebutuhan nyata masyarakat.



Pengalaman KKM juga memperkuat kesadaran bahwa peran mahasiswa, khususnya sebagai calon tenaga kesehatan, tidak hanya terbatas pada penyampaian informasi atau pelaksanaan kegiatan teknis. Mahasiswa dituntut untuk mampu menjadi fasilitator, pendamping, dan agen perubahan yang mendorong masyarakat untuk lebih peduli terhadap kesehatan mereka. Hal ini menumbuhkan sikap tanggung jawab sosial dan komitmen untuk berkontribusi secara berkelanjutan dalam peningkatan derajat kesehatan masyarakat.



Secara keseluruhan, KKM menjadi momentum refleksi yang bermakna dalam proses pembentukan jati diri mahasiswa. Kegiatan ini menegaskan bahwa ilmu pengetahuan yang diperoleh di bangku perkuliahan harus mampu diterapkan secara nyata dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Melalui KKM, kami menyadari bahwa profesionalisme dan kepekaan sosial merupakan dua aspek yang saling melengkapi dan menjadi fondasi penting dalam menjalankan peran sebagai insan akademik dan calon tenaga kesehatan.






menjalani KKM, kami tidak hanya melaksanakan program kerja yang telah dirancang, tetapi juga menjalani proses pembelajaran yang membentuk sikap profesional dan sosial. Setiap kegiatan, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi program kesehatan, memberikan pelajaran tentang kerja sama tim, tanggung jawab, dan adaptasi terhadap situasi lapangan.

Interaksi dengan masyarakat menuntut kami untuk bersikap komunikatif, sabar, dan menghargai perbedaan. Pengalaman ini memperkuat pemahaman bahwa pengabdian kepada masyarakat merupakan bagian penting dari peran mahasiswa sebagai calon tenaga kesehatan. KKM menjadi momentum refleksi bahwa ilmu yang dimiliki harus mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.