12 months ago

KKM UIN MALANG Gelar Kajian Moderasi Beragama di Bulan Ramadhan : Menyemai Toleransi Sejak Dini di MTSN 1 Gresik

Header Image
IRFAN MAULANA HAQIQI

220101110186 • KKM MBKM & Pengabdian Lain • G.319

Oleh: Irfan Maulana Haqiqi



Tanggal: 19 Mei 2025



Kategori: Pendidikan -- Moderasi Beragama -- Pengabdian Masyarakat



Gresik -- Dalam rangka menyemarakkan bulan suci Ramadhan, mahasiswa Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang yang tergabung dalam program Kelompok Kerja Mahasiswa (KKM) mengadakan kegiatan bertajuk "Kajian Moderasi Beragama" di Desa Metatu, Kecamatan Benjeng, Kabupaten Gresik.



Kegiatan ini bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai toleransi, saling menghargai perbedaan, dan penguatan semangat keagamaan yang inklusif sejak usia dini. Bertempat di masjid setempat, para santri, pemuda, serta masyarakat umum antusias mengikuti kajian yang dibawakan oleh mahasiswa KKM dengan pendekatan dialogis dan edukatif.



"Moderasi beragama bukan berarti mencampuradukkan ajaran agama, melainkan bagaimana kita mampu menjalankan keyakinan masing-masing tanpa mencederai hak orang lain untuk beragama dan berkeyakinan juga," terang Irfan, salah satu pemateri kajian.



Moderasi Beragama: Pilar Kehidupan Harmonis



Moderasi beragama menjadi tema penting yang digaungkan oleh Kementerian Agama RI sebagai respon atas tantangan intoleransi dan ekstremisme. Dalam konteks lokal seperti di Desa Metatu, pendekatan ini dirasa sangat relevan karena masyarakat desa memiliki potensi besar sebagai pelopor keharmonisan umat beragama.



Prof. Dr. H. Quraish Shihab Membeberkan bahwa “ Agama itu menebar rahmat, bukan menciptakan jarak. Moderasi adalah jalan tengah yang Islami dan Indonesiawi ”.



 



 



Para mahasiswa menjelaskan konsep moderasi agama melalui paparan visual yang menarik, diskusi interaktif, dan studi kasus ringan yang dapat dipahami santri dengan mudah. Kegiatan ini memperkuat nilai-nilai Islam rahmatan lil 'alamin di tengah kehidupan yang majemuk.



Bulan Ramadhan tidak hanya menjadi waktu untuk meningkatkan ibadah ritual, tetapi juga momen ideal untuk memperbaiki relasi sosial dan memperkuat nilai-nilai kemanusiaan. Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKM mengajak masyarakat untuk menjadikan Ramadhan sebagai momentum untuk memperkuat semangat toleransi dan gotong royong.



"Puasa bukan sekadar menahan lapar, tapi juga latihan diri menahan sikap dan kata yang menyakiti sesama," ujar salah satu tokoh masyarakat setempat"



Kegiatan ini diharapkan menjadi awal dari lahirnya generasi muda yang tidak hanya taat beragama, tetapi juga bijak dalam menyikapi perbedaan. Dalam jangka panjang, penguatan moderasi beragama dapat menjadi strategi jitu dalam menjaga keutuhan bangsa dan memperkuat budaya damai dari tingkat desa.



Apa yang dilakukan oleh mahasiswa KKM UIN Malang di Desa Metatu bukan sekadar ceramah keagamaan biasa. Ini adalah bentuk pengabdian nyata, di mana ilmu dari kampus turun langsung ke masyarakat dan bertemu dengan kebutuhan riil warga desa. Semangat Ramadhan dan nilai-nilai Islam rahmatan lil 'alamin bersatu dalam satu ruang: edukasi yang menyejukkan.