Sebagai bentuk pengamalan Tri Dharma Perguruan Tinggi, mahasiswa UIN Maulana Malik Ibrahim Malang yang tengah menjalani program Asistensi Mengajar di MTsN Gresik turut berperan aktif dalam kegiatan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) di masyarakat. Salah satu wujud nyata pengabdian tersebut adalah dengan mengajar les dan mengaji anak-anak di Desa Ngasin, Kecamatan Balongpanggang, Kabupaten Gresik, Jawa Timur.
Kegiatan ini dilakukan setiap hari senin, rabu, dan jumat, dimulai setelah sholat maghrib hingga selesai sholat isya'. Pesertanya adalah anak-anak sekitar lingkungan desa, sebanyak kurang lebih 15 orang, yang antusias mengikuti kegiatan bermanfaat ini di sela-sela kesibukan sekolah mereka.
Menariknya, program ini merupakan hasil kerja sama langsung dengan KH, Ahmad Hishol Muttaqin, S.Ag. M.A, selaku pengasuh Madrasah Diniyah (Madin) dan TPQ di desa tersebut. Beliau turut mendukung dan memfasilitasi kegiatan ini, mulai dari tempat belajar hingga pendampingan moral dan keagamaan.
Kami sembilan orang mahasiswa UIN Malang tidak hanya mengajar di sekolah formal, tetapi juga hadir untuk mendampingi anak-anak desa dalam kegiatan pendidikan non formal. Biasanya mereka datang membawa pekerjaan rumah (PR), dan kami membantu menjelaskan materi pelajaran serta membimbing mereka memahami tugas-tugasnya. Namun bila tidak ada PR kegiatan dialihkan untuk mengaji, seperti membaca Iqra' dan Al-Qur'an, dan menghafal surat pendek.
Respon masyarakat sangat positif. Orang tua merasa terbantu karena anak-anak mereka medapatkan bimbingan tambahan yang berkualitas dalam suasana yang hangat dan kekeluargaan. Sementara bagi kami, kegiatan ini menjadi pengalaman berharga untuk belajar langsung dari masyarakat dan memahami kebutuhan pendidikan.
Dengan kegiatan ini, kami berharap dapat menanamkan semangat belajar dan nilai-nilai keislaman kepada generasi muda. Kami juga belajar bahwa pengabdian tidak harus besar tetapi cukup dengan hadir, peduli, dan berbagi ilmu, kita sudah bisa memberikan perubahan yang bermakna.
Semoga kolaborasi sederhana ini menjadi langkah awal bagi hadirnya lebih banyak kegiatan positif antara kampus dan masyarakat. Karena sejatinya, ilmu yang bermanfaat adalah ilmu yang dibagikan.