12 months ago

KKM UIN Malang Mengadakan Skrining untuk Membantu Pencegahan Stunting

Header Image
NUR RAHMA HALIZA

220108110067 • KKM MBKM & Pengabdian Lain • G.301

Paciran, 24 Febuari 2025 - Pada hari Selasa, 24 Febuari 2025, suasana pagi di TK Mazro’atul Ulum 2, Desa Paciran, Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan tampak berbeda dari biasanya. Sejak pukul 07.30 WIB, para orang tua mulai berdatangan sambil menggandeng tangan anak-anak mereka yang berusia 4 hingga 6 tahun. Mereka datang bukan hanya untuk mengantar anak sekolah seperti biasa, melainkan untuk mengikuti sebuah kegiatan penting yang diselenggarakan oleh mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, yaitu skrining kesehatan anak dalam rangka pencegahan stunting.



Kegiatan ini merupakan bagian dari program pengabdian masyarakat mahasiswa KKM yang sedang bertugas di Desa Paciran. Mereka bekerja sama dengan tenaga medis profesional, yakni Bidan Iftitahun Nabilah, S.Kep, Ners, M.Si serta pihak sekolah untuk melaksanakan pemeriksaan kesehatan dasar anak-anak TK secara menyeluruh. Tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk mendeteksi sedini mungkin risiko stunting pada anak usia dini, sekaligus memberikan edukasi langsung kepada orang tua mengenai pentingnya gizi, pola asuh, dan perawatan kesehatan yang tepat.



Masalah stunting di Indonesia masih menjadi isu serius. Banyak anak-anak yang mengalami gangguan pertumbuhan fisik dan perkembangan kognitif akibat kekurangan gizi kronis. Kondisi ini tidak hanya memengaruhi tinggi badan anak, tetapi juga berdampak jangka panjang terhadap kemampuan belajar, produktivitas, hingga kesehatan di masa depan. Dengan memahami pentingnya intervensi pada 1.000 hari pertama kehidupan anak, mahasiswa KKM UIN Malang merasa terdorong untuk melakukan upaya nyata di masyarakat tempat mereka mengabdi.



Desa Paciran dipilih karena letaknya yang strategis dan potensi komunitas pendidikannya yang besar, termasuk keberadaan TK Mazro’atul Ulum 2 yang memiliki puluhan murid usia dini. Melalui kegiatan skrining ini, mahasiswa berharap dapat menjadi penghubung antara ilmu yang dimiliki, tenaga kesehatan, dan masyarakat sebagai penerima manfaat langsung.



Kegiatan dimulai pukul 08.00 WIB dengan sambutan hangat dari Koordinator Desa KKM UIN Malang, dilanjutkan oleh perwakilan kepala sekolah. Para peserta kemudian diarahkan menuju lokasi pemeriksaan yang telah disiapkan di aula sekolah. Ruangan tersebut telah diatur sedemikian rupa agar ramah anak, nyaman, dan terjaga privasinya. Kegiatan ini berlangsung dalam suasana yang penuh semangat. Anak-anak terlihat antusias dan tidak merasa tertekan karena pendekatan yang digunakan sangat bersahabat. Para mahasiswa mendampingi mereka dengan ramah, bahkan beberapa mahasiswa membacakan buku cerita atau menyanyi bersama anak-anak sambil menunggu giliran pemeriksaan.



Orang tua pun menyambut kegiatan ini dengan sangat positif. Banyak dari mereka mengaku baru pertama kali mendapatkan informasi mendalam tentang stunting dan merasa bersyukur atas terselenggaranya kegiatan ini. Mereka merasa lebih sadar akan pentingnya pemantauan tumbuh kembang anak sejak dini.



Peran Masing-Masing Pihak



Mahasiswa KKM UIN Malang berperan sebagai inisiator, fasilitator, serta pendukung teknis dalam pelaksanaan kegiatan. Mereka menyiapkan alat, dokumentasi, materi edukasi, dan membantu proses skrining secara langsung.



Bidan Iftitahun Nabilah, S.Kep, Ners menjadi pemeriksa utama dan narasumber edukatif yang memberikan konseling dan arahan medis kepada orang tua.



Guru dan pihak sekolah mendukung penuh kegiatan dengan memfasilitasi tempat dan mendampingi anak-anak selama kegiatan berlangsung



Orang tua siswa hadir sebagai peserta aktif, menunjukkan kepedulian dan keterlibatan langsung dalam kesehatan anak-anak mereka.



Tindak Lanjut dan Harapan



Sebagai kelanjutan dari kegiatan ini, tim KKM berencana mengadakan Workshop Parenting yang lebih mendalam, khusus membahas peran orang tua dalam pola asuh dan pemenuhan gizi anak. Selain itu, mahasiswa juga akan menjalin kerja sama dengan posyandu setempat untuk memantau anak-anak yang masuk dalam kategori risiko gizi kurang.



Harapannya, kegiatan ini tidak berhenti sebagai agenda satu kali, tetapi menjadi awal dari upaya berkelanjutan dalam meningkatkan kualitas kesehatan anak-anak di Desa Paciran. Dengan kolaborasi yang erat antara mahasiswa, tenaga kesehatan, pendidik, dan keluarga, cita-cita menciptakan generasi yang sehat dan unggul dapat lebih mudah tercapai.



"Cegah stunting bukan hanya tugas pemerintah, tapi tanggung jawab kita bersama. Dengan langkah kecil seperti ini, kita bantu wujudkan masa depan anak yang lebih baik."