12 months ago

KKM UIN Maulana Malik Ibrahim Malang di TK Al-Ikhlas Jalan Raya Langsep Kota Malang dengan tema menumbuhkan rasa empati dan simpati pada anak usia dini

Header Image
ZAIDAN AZMI MUHAMMAD

220105110035 • KKM MBKM & Pengabdian Lain • G.329

            Pada tanggal 19 Maret 2025 kelompok KKM UIN Malang mengadakan kegiatan di KB TK Islam Al-Ikhlas Kota Malang bersama guru pamong dan juga wali kelas disetiap kelas. Kami mengangkat tema ini karena pentingnya basic manner dan commonsense yang harus dimiliki oleh anak umur 4-6 tahun. Basic manner adalah etika dasar yang mencakup perilaku sopan santun dalam berinteraksi dengan orang lain seperti mengucap “tolong”, “terima kasih”, “permisi”, “maaf “ dan “salam”. Basic manner sangat penting ketika hidup dimasyarakat agar kita juga dihargai dimasyarakat. Selain basic manner harapan kita juga mengembangkan commonsense, commonsense menurut Thomas Reid adalah akumulasi pengalaman yang sederhana, menurut Plato commonsense adalah pengetahuan yang merupakan hasil dari presepsi kebanyakan orang. Bisa penulis simpulkan arti dari commonsense adalah sesuatu pengetahuan kehidupan yang seharusya sudah diketahui oleh manusia itu sendiri. Untuk anak commonsense dan basic manner harus dikenalkan sejak umur 4-6 tahun karena aspek perkembangan yang terpenting selain bahasa dan aksara, commonsense dan basic manner juga tidak kalah penting seperti mempunyai perasaan simpati dan empati



            Anak harus diberitahu sejak awal bagaimana cara mendapatkan attitude yang baik di masyarakat itu seperti apa, dengan ini kelompok kami membuat program kerja saat bulan Ramadhan dengan judul “KKM UIN Maulana Malik Ibrahim Malang di TK Al-Ikhlas Jalan Raya Langsep Kota Malang dengan tema menumbuhkan rasa empati dan simpati pada anak usia dini”. Peran kita sangat penting dalam pembentukan karakter karena karakter anak dibentuk saat usia golden age. Banyak aspek yang kita bold seperti bagaimana cara berbagi sesame manusia, bagaimana cara mengucapkan terima kasih, memahami perasaan orang yang berada dibawah kita dan bagaimana cara untuk berkomunikasi juga kita senggol dalam kegiatan ini.



            Pada saat acara berlangsung anak cukup atunsias dalam mengikuti apa kata guru seperti ketika di jalan raya anak anak harus berhati hati karena banyak kendaraan bermotor, ketika kita mengasih orang kita harus senyum dengan Ikhlas dan ketika kita berbagi kita harus menggunakan tangan kanan. Perasaan empati juga tidak lupa kita headline pada saat kegiatan ini dengan memberikan doktrin kata kata seperti memahami perasaan orang lain yang lebih membutuhka, menempatkan diri pada posisi orang lain dan berbagi perasaan mereka dan melibatkan pemahaman yang lebih mendalam tentang situasi orang lain. Secara kata sederhana simpati  seperti “aku kasihan padamu” dan empati seperti “aku juga merasakan apa yang kamu rasakan”.


12 months ago

KKM UIN Maulana Malik Ibrahim Malang di TK Al-Ikhlas Jalan Raya Langsep Kota Malang dengan tema menumbuhkan rasa empati dan simpati pada anak usia dini

Header Image
WAHYUDI AKBAR KHOIRULLAH

220105110040 • KKM MBKM & Pengabdian Lain • G.329

            Pada tanggal 19 Maret 2025 kelompok KKM UIN Malang mengadakan kegiatan di KB TK Islam Al-Ikhlas Kota Malang bersama guru pamong dan juga wali kelas disetiap kelas. Kami mengangkat tema ini karena pentingnya basic manner dan commonsense yang harus dimiliki oleh anak umur 4-6 tahun. Basic manner adalah etika dasar yang mencakup perilaku sopan santun dalam berinteraksi dengan orang lain seperti mengucap “tolong”, “terima kasih”, “permisi”, “maaf “ dan “salam”. Basic manner sangat penting ketika hidup dimasyarakat agar kita juga dihargai dimasyarakat. Selain basic manner harapan kita juga mengembangkan commonsense, commonsense menurut Thomas Reid adalah akumulasi pengalaman yang sederhana, menurut Plato commonsense adalah pengetahuan yang merupakan hasil dari presepsi kebanyakan orang. Bisa penulis simpulkan arti dari commonsense adalah sesuatu pengetahuan kehidupan yang seharusya sudah diketahui oleh manusia itu sendiri. Untuk anak commonsense dan basic manner harus dikenalkan sejak umur 4-6 tahun karena aspek perkembangan yang terpenting selain bahasa dan aksara, commonsense dan basic manner juga tidak kalah penting seperti mempunyai perasaan simpati dan empati



            Anak harus diberitahu sejak awal bagaimana cara mendapatkan attitude yang baik di masyarakat itu seperti apa, dengan ini kelompok kami membuat program kerja saat bulan Ramadhan dengan judul “KKM UIN Maulana Malik Ibrahim Malang di TK Al-Ikhlas Jalan Raya Langsep Kota Malang dengan tema menumbuhkan rasa empati dan simpati pada anak usia dini”. Peran kita sangat penting dalam pembentukan karakter karena karakter anak dibentuk saat usia golden age. Banyak aspek yang kita bold seperti bagaimana cara berbagi sesame manusia, bagaimana cara mengucapkan terima kasih, memahami perasaan orang yang berada dibawah kita dan bagaimana cara untuk berkomunikasi juga kita senggol dalam kegiatan ini.



            Pada saat acara berlangsung anak cukup atunsias dalam mengikuti apa kata guru seperti ketika di jalan raya anak anak harus berhati hati karena banyak kendaraan bermotor, ketika kita mengasih orang kita harus senyum dengan Ikhlas dan ketika kita berbagi kita harus menggunakan tangan kanan. Perasaan empati juga tidak lupa kita headline pada saat kegiatan ini dengan memberikan doktrin kata kata seperti memahami perasaan orang lain yang lebih membutuhka, menempatkan diri pada posisi orang lain dan berbagi perasaan mereka dan melibatkan pemahaman yang lebih mendalam tentang situasi orang lain. Secara kata sederhana simpati  seperti “aku kasihan padamu” dan empati seperti “aku juga merasakan apa yang kamu rasakan”.


12 months ago

KKM UIN Maulana Malik Ibrahim Malang di TK Al-Ikhlas Jalan Raya Langsep Kota Malang dengan tema menumbuhkan rasa empati dan simpati pada anak usia dini

Header Image
AURA RAFINA MAHARANI

220105110064 • KKM MBKM & Pengabdian Lain • G.329

(Arjowinangun),(Kota Malang, 21 Maret 2025)- Kegiatan berbagi takjil bersama anak-anak TPQ Manba'ul Huda. Salah satu program Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Prodi PIAUD selama bulan Ramadhan.



Kegiatan ini bertujuan menanamkan nilai-nilai kepedulian sosial dan semangat berbagi kepada anak-anak. Kami ingin mereka tidak hanya pandai membaca Al-Qur'an, tetapi juga memiliki akhlak mulia dan peka terhadap lingkungan sekitar.



Dalam semangat di bulan suci Ramadhan ini, para anak-anak TPQ Manba'ul Huda mengikuti kegiatan  berbagi takjil kepada Masyarakat sekitar dengan antusias.



Bertempat di pinggir jalan depan gang TPQ Manba'ul Huda, anak-anak berkumpul dengan penuh semangat dan wajah ceria. Di bawah pengawasan para ustadzah dan kami yang ikut secara langsung mendampingi anak-anak TPQ Manba'ul Huda, mereka dengan tertib membagikan takjil kepada pengguna jalan yang lewat. Ada yang membagikan air mineral, ada yang menyerahkan kolak, dan ada pula yang memberikan paket makanan ringan. Meskipun tangan kecil mereka tampak sibuk, senyum di wajah mereka tidak pernah hilang.



Tak hanya anak-anak yang antusias, warga sekitar juga menyambut kegiatan ini dengan hangat. Beberapa pengendara yang menerima takjil terlihat tersenyum dan mengucapkan terima kasih. Ada pula yang sempat menyapa dan memberikan semangat kepada para santri kecil tersebut. Interaksi sederhana ini menjadi jembatan kedekatan antara TPQ dan masyarakat, memperkuat rasa kekeluargaan yang selama ini sudah terjalin.



Persiapan takjil sendiri dilakukan secara gotong royong. Orang tua dari murid TPQ Manba'ul Huda juga turut menyumbangkan. Semuanya dilakukan dengan penuh keikhlasan, karena mereka yakin bahwa sekecil apapun amal kebaikan di bulan Ramadhan akan dibalas dengan berlipat ganda oleh Allah SWT.



Melalui kegiatan ini, TPQ Manbahul Huda tidak hanya menjadi tempat belajar membaca Al-Qur'an, tetapi juga menjadi ruang pembentukan karakter dan akhlak mulia bagi generasi muda islam. Harapannya, anak-anak yang tumbuh dari lingkungan seperti ini akan menjadi pribadi yang tidak hanya cerdas secara akademik dan spiritual, tetapi juga memiliki jiwa sosial yang tinggi.



Di tengah dunia yang semakin sibuk dan individualistik, kegiatan sederhana seperti berbagi takjil ini menjadi pengingat bahwa kebaikan bisa dimulai dari hal-hal kecil. Dan siapa sangka, dari tangan mungil anak-anak TPQ Manbahul Huda, semangat berbagi itu bisa tumbuh dan menyebar, menebar kehangatan di bulan suci yang penuh berkah ini.