Oleh : Kheannan Al Rafael Caniago
Wening Praja – Kelompok Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Wening Praja 166 melaksanakan serangkaian program pengabdian masyarakat di Desa Tamansari, Kecamatan Licin, Kabupaten Banyuwangi, dengan fokus pada bidang pendidikan, kesehatan, pelatihan karakter anak, serta penguatan ekonomi masyarakat melalui digitalisasi. Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari pihak sekolah, tokoh masyarakat, dan warga sekitar.
Selama masa pengabdiannya, mahasiswa KKM Wening Praja 166 berupaya menghadirkan program yang aplikatif dan menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Beberapa kegiatan unggulan yang telah dilaksanakan antara lain jalan sehat di SD Negeri 1 Tamansari, sosialisasi bullying dan kenakalan remaja di tingkat sekolah dasar, pembuatan QRIS di toko-toko kelontong, serta kegiatan mengajar di TPQ Mansyaul Ulum dan TPQ Baital Makmur.
Jalan Sehat SD Negeri 1 Tamansari, Wujud Kepedulian terhadap Kesehatan Anak
Salah satu acara pembuka yang menjadi perhatian adalah jalan sehat bersama siswa SD Negeri 1 Tamansari. Kegiatan ini diikuti oleh siswa, guru, serta siswa KKM dengan penuh antusias. Jalan sehat tidak hanya menjadi ajang olahraga ringan, tetapi juga sarana mempersatukan kebersamaan dan semangat hidup sehat sejak dini.
Ketua KKM Wening Praja 166 menyampaikan bahwa kegiatan jalan sehat dipilih karena sederhana, mudah diikuti, dan memiliki dampak positif bagi kesehatan fisik maupun mental anak-anak. “Kami ingin menanamkan kesadaran bahwa menjaga kesehatan bisa dimulai dari aktivitas ringan dan menyenangkan,” ujarnya.
Pihak sekolah menyambut baik kegiatan ini dan berharap kerja sama antara siswa dan sekolah dapat terus berlanjut. Guru SD Negeri 1 Tamansari menilai bahwa kehadiran siswa KKM memberikan suasana baru yang menyenangkan dan memotivasi siswa untuk lebih aktif serta berani berinteraksi.
Sosialisasi Bullying dan Kenakalan Remaja Sejak Dini
Selain kegiatan fisik, KKM Wening Praja 166 juga menaruh perhatian pada pembinaan karakter dan perilaku anak, khususnya terkait isu bullying dan kenakalan remaja. Sosialisasi ini dilaksanakan di lingkungan SD dengan metode yang disesuaikan dengan usia siswa, seperti pemaparan ringan, diskusi interaktif, serta contoh-contoh kasus yang dekat dengan kehidupan sehari-hari anak.
Mahasiswa menjelaskan pengertian bullying, jenis-jenisnya, dampak negatif yang ditimbulkan, serta cara bersikap apabila menjadi korban atau saksi. Materi disampaikan dengan bahasa sederhana agar mudah dipahami, tanpa menimbulkan rasa takut pada siswa.
Menurut salah satu mahasiswa KKM, sosialisasi ini penting dilakukan sejak dini agar anak-anak memiliki kesadaran untuk saling menghormati dan berani berkata tidak terhadap perilaku kekerasan. “Kami berharap siswa tidak hanya memahami apa itu bullying, tetapi juga mampu menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman,” jelasnya.
Kegiatan ini mendapat respons positif dari guru dan pihak sekolah karena dinilai relevan dengan tantangan yang dihadapi dunia pendidikan saat ini. Edukasi dini diharapkan mampu mencegah terjadinya kasus bullying dan kenakalan remaja di kemudian hari.
Dorong Digitalisasi UMKM Melalui Pembuatan QRIS
Tidak hanya berfokus pada pendidikan, KKM Wening Praja 166 juga menjalankan program pembuatan QRIS di beberapa toko kelontong di Desa Tamansari. Program ini bertujuan membantu pelaku usaha kecil agar mampu mengikuti perkembangan sistem pembayaran digital yang semakin luas digunakan masyarakat.
Mahasiswa mendampingi pemilik toko mulai dari proses pendaftaran, pembuatan akun, hingga cara penggunaan QRIS dalam transaksi sehari-hari. Selain itu, mahasiswa juga memberikan pemahaman tentang manfaat pembayaran non-tunai, seperti kemudahan transaksi, keamanan, serta pencatatan keuangan yang lebih rapi.
Salah satu pemilik toko kelontong mengaku terbantu dengan adanya program ini. Ia menyampaikan bahwa sebelumnya belum memahami cara membuat dan menggunakan QRIS. Dengan pendampingan dari mahasiswa, kini tokonya sudah dapat melayani pembayaran digital.
Program ini diharapkan mampu meningkatkan daya saing UMKM desa serta mendorong masyarakat untuk lebih melek teknologi, sejalan dengan upaya pemerintah dalam memperluas inklusi keuangan.
Mengajar dan Membina Santri TPQ Mansyaul Ulum dan Baital Makmur
Sebagai bentuk pengabdian di bidang keagamaan, mahasiswa KKM Wening Praja 166 turut aktif mengajar di TPQ Mansyaul Ulum dan TPQ Baital Makmur. Kegiatan ini meliputi pembelajaran membaca Al-Qur'an, hafalan surat-surat pendek, doa sehari-hari, serta penanaman akhlak dan nilai-nilai keislaman.
Siswa berperan sebagai pendamping ustaz dan ustazah, membantu proses belajar mengajar agar lebih variatif dan menyenangkan. Metode yang digunakan disesuaikan dengan kemampuan santri, mulai dari anak yang masih belajar iqra' hingga yang sudah lancar membaca Al-Qur'an.
Pengurus TPQ menyampaikan penghargaan atas kontribusi mahasiswa KKM. Kehadiran siswa dinilai mampu menambah semangat belajar santri serta memberikan warna baru dalam kegiatan TPQ.
Sinergi Mahasiswa dan Masyarakat
Seluruh rangkaian kegiatan KKM Wening Praja 166 tidak lepas dari dukungan pemerintah desa, pihak sekolah, tokoh agama, serta masyarakat Desa Tamansari. Kolaborasi yang terjalin menjadi kunci keberhasilan program-program yang dilaksanakan.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya mengaplikasikan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah, tetapi juga belajar langsung dari masyarakat tentang nilai-nilai kebersamaan, gotong royong, dan kepedulian sosial. Sementara itu, masyarakat memperoleh manfaat nyata dari program yang dilaksanakan.
KKM Wening Praja 166 berharap kegiatan yang telah dilakukan dapat memberikan dampak positif dan berkelanjutan bagi Desa Tamansari. Program-program sederhana namun tepat sasaran ini diharapkan menjadi langkah kecil menuju masyarakat yang lebih sehat, berkarakter, dan adaptif terhadap perkembangan zaman.
Komitmen Pengabdian Berkelanjutan
Seluruh rangkaian kegiatan KKM Wening Praja 166 menjadi bukti nyata bahwa mahasiswa dapat berperan aktif sebagai agen perubahan di tengah masyarakat. Melalui pendekatan edukatif, sosial, ekonomi, dan keagamaan, program-program yang dilaksanakan diharapkan memberikan dampak jangka panjang bagi Desa Tamansari.
Mahasiswa berharap kolaborasi yang telah terjalin dapat terus berlanjut meski masa KKM telah usai.
“Kami belajar banyak dari masyarakat, dan semoga kehadiran kami juga membawa manfaat. KKM bukan hanya pengabdian, tetapi juga proses belajar bersama,” tutup ketua kelompok.
Dengan semangat gotong royong dan kebersamaan, KKM Wening Praja 166 meninggalkan jejak positif sebagai generasi muda yang peduli, kreatif, dan solutif bagi kemajuan desa.