3 months ago

KKM Wening Praja 166 Hadirkan Edukasi, Kesehatan, dan Digitalisasi UMKM di Desa Tamansari

Header Image
GALEH RIDWAN MUFTI MAULANA

230201110041 • KKM Mandiri • G.166

Galeh Ridwan Mufti Maulana



KKM Wening Praja 166 Hadirkan Edukasi, Kesehatan, dan Digitalisasi UMKM di Desa Tamansari



 



Wening Praja – Kelompok Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Wening Praja 166 menunjukkan komitmennya dalam pengabdian kepada masyarakat melalui serangkaian program pendidikan, kesehatan, sosial, serta pemberdayaan ekonomi digital selama pelaksanaan KKM di Desa Tamansari, Kecamatan Licin, Kabupaten Banyuwangi. Berbagai kegiatan yang menyasar anak-anak sekolah, pelaku UMKM, hingga santri Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) mendapat sambutan hangat dari masyarakat setempat.



Dengan mengusung semangat kolaborasi, edukasi, dan inovasi desa, mahasiswa KKM berupaya menghadirkan program yang aplikatif serta berdampak langsung bagi kehidupan warga. Sejumlah kegiatan unggulan yang dilaksanakan di antaranya jalan sehat bersama siswa SD, sosialisasi pencegahan bullying dan kenakalan remaja, pendampingan pembuatan QRIS bagi toko kelontong, serta pengajaran rutin di TPQ Mansyaul Ulum dan Baital Makmur.



Kegiatan diawali dengan jalan sehat bersama siswa SDN 1 Tamansari yang berlangsung meriah di lingkungan sekolah dan sekitar desa. Ratusan siswa, guru, serta mahasiswa KKM mengikuti kegiatan ini dengan penuh antusias.



Jalan sehat tidak hanya menjadi ajang olahraga, tetapi juga mempererat kebersamaan antara mahasiswa dan warga sekolah. Sepanjang rute, peserta tampak ceria sambil membawa kupon undian yang nantinya ditukar dengan hadiah menarik. Tawa dan semangat anak-anak mewarnai suasana pagi, menciptakan momen kebersamaan yang hangat.



Ketua Kelompok KKM Wening Praja 166 menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan menumbuhkan pola hidup sehat sejak dini sekaligus memberikan hiburan edukatif bagi siswa.



“Melalui jalan sehat ini, kami ingin mengajak anak-anak untuk aktif bergerak, menjaga kesehatan, dan merasakan kebersamaan. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana pendekatan kami dengan warga sekolah,” ujarnya.



Pihak sekolah pun mengapresiasi inisiatif mahasiswa yang dinilai mampu menciptakan suasana belajar yang lebih menyenangkan.



Selain kegiatan fisik, mahasiswa KKM juga memberikan perhatian pada aspek pembinaan karakter melalui sosialisasi bullying dan kenakalan remaja kepada siswa sekolah dasar. Program ini dirancang secara interaktif menggunakan metode diskusi, permainan edukatif, serta pemutaran contoh kasus sederhana agar mudah dipahami anak-anak.



Materi yang disampaikan meliputi pengertian bullying, jenis-jenisnya, dampak psikologis bagi korban, serta cara mencegah dan melaporkan tindakan perundungan. Tak hanya itu, siswa juga diberi pemahaman tentang pentingnya sikap saling menghormati, empati, dan berteman secara sehat.



Mahasiswa menggunakan pendekatan komunikatif agar siswa berani berbicara dan berbagi pengalaman. Beberapa siswa bahkan mengaku baru memahami bahwa candaan berlebihan atau ejekan dapat termasuk tindakan bullying.



“Kami ingin anak-anak sadar bahwa perundungan bukan hal sepele. Lingkungan sekolah harus menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi semua,” jelas salah satu anggota tim edukasi.



Guru-guru menyambut baik kegiatan ini karena dinilai relevan dengan kondisi sosial anak-anak masa kini.



Tak hanya menyasar bidang pendidikan, KKM Wening Praja 166 juga berupaya mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui digitalisasi transaksi. Mahasiswa melakukan pendampingan pembuatan QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) di beberapa toko kelontong Desa Tamansari.



Program ini bertujuan membantu pelaku usaha kecil agar dapat menerima pembayaran non-tunai, sehingga transaksi menjadi lebih praktis, aman, dan mengikuti perkembangan zaman. Mahasiswa mendampingi proses pendaftaran, verifikasi data, hingga edukasi penggunaan QRIS kepada pemilik toko.



Beberapa pedagang mengaku sebelumnya belum memahami sistem pembayaran digital. Setelah pendampingan, mereka merasa terbantu karena pelanggan kini dapat membayar menggunakan dompet digital atau mobile banking.



“Sangat membantu, apalagi anak muda sekarang jarang bawa uang tunai. Dengan QRIS, pembeli lebih mudah,” ungkap salah satu pemilik toko.



Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan daya saing UMKM desa sekaligus mendukung gerakan transaksi non-tunai yang dicanangkan pemerintah.



Di bidang keagamaan, mahasiswa KKM juga aktif melakukan pengajaran rutin di TPQ Mansyaul Ulum dan Baital Makmur. Setiap sore, mahasiswa membantu ustaz dan ustazah dalam membimbing santri membaca Al-Qur’an, hafalan doa harian, serta pendidikan akhlak.



Kegiatan ini tidak hanya fokus pada pembelajaran membaca, tetapi juga pembentukan karakter islami melalui cerita nabi, permainan edukatif, dan pembiasaan adab sehari-hari. Kehadiran mahasiswa memberi warna baru sehingga proses belajar terasa lebih menyenangkan.



Para santri terlihat antusias mengikuti kegiatan, bahkan sering meminta tambahan waktu belajar bersama kakak-kakak mahasiswa.



Pengurus TPQ menyampaikan rasa terima kasih atas kontribusi mahasiswa yang membantu meringankan tugas pengajar sekaligus memberikan motivasi bagi anak-anak.