3 months ago

Kolaborasi Kampus dan Desa Perkuat Ekonomi Lokal: Sosialisasi UMKM di Dusun Krajan Sarongan

Header Image
MUHAMMAD DAFFA WARDHANA

230501110268 • KKM Mandiri • G.186

Penguatan ekonomi desa berbasis UMKM menjadi fokus utama dalam kegiatan sosialisasi yang digelar di Desa Sarongan, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi. Rabu, 7 Januari 2026, sejak pukul 08.00 WIB, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang bersama mahasiswa BKK Universitas Airlangga (UNAIR) melaksanakan sosialisasi UMKM di Balai Desa Sarongan. Kegiatan ini secara khusus menyasar pelaku UMKM di Dusun Krajan, salah satu dusun dengan fasilitas dan akses yang relatif lebih baik di wilayah tersebut.



Kegiatan ini mencerminkan kolaborasi nyata antara perguruan tinggi dan pemerintah desa dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat. Hadir dalam kegiatan tersebut Dosen Pendamping Lapangan UIN Malang, Ryan Basith Fasih Khan, SE., MM, yang juga bertindak sebagai narasumber, perangkat desa dan dusun, Camat Pesanggaran Sujono, serta Kepala Desa Sarongan Gunoto. Sinergi lintas institusi ini menunjukkan komitmen bersama dalam menjadikan UMKM sebagai tulang punggung ekonomi desa.



Peserta sosialisasi berasal dari berbagai sektor usaha yang selama ini menjadi penopang ekonomi Dusun Krajan. Mayoritas pelaku UMKM bergerak di bidang pertanian buah naga, usaha kuliner seperti kebab, produksi gula merah dan gula aren, serta sektor perikanan. Dengan struktur usaha yang cukup beragam, Dusun Krajan dinilai memiliki modal sosial dan ekonomi yang kuat untuk dikembangkan secara lebih terarah.



Dalam pemaparannya, narasumber menekankan pentingnya transformasi pemasaran UMKM melalui pemanfaatan platform digital. Beberapa platform e-commerce seperti Shopee, TikTok Shop, dan Facebook Marketplace diperkenalkan sebagai sarana untuk memperluas jangkauan pasar. Digitalisasi pemasaran dinilai relevan dengan kondisi Dusun Krajan yang telah memiliki akses infrastruktur memadai, sehingga memungkinkan pelaku UMKM masuk ke pasar yang lebih luas, tidak hanya bergantung pada penjualan lokal.



Namun, diskusi yang berkembang menunjukkan bahwa tantangan utama UMKM di Dusun Krajan tidak terletak pada produksi semata. Masalah pemasaran, baik secara online maupun konvensional, masih menjadi hambatan utama. Banyak pelaku usaha mengaku belum memiliki strategi pemasaran yang konsisten, sehingga produk yang dihasilkan belum mampu bersaing secara optimal di pasar yang lebih luas.



Selain itu, isu keberlanjutan UMKM juga menjadi perhatian serius. Pelaku usaha menghadapi ketidakpastian permintaan, fluktuasi harga, serta persaingan dengan produk dari luar daerah. Kondisi ini menunjukkan bahwa penguatan UMKM membutuhkan pendampingan yang berkelanjutan, tidak hanya dalam aspek teknis pemasaran, tetapi juga dalam perencanaan usaha jangka panjang.



Dinamika diskusi berlangsung aktif dan partisipatif. Warga terlibat langsung dalam sesi tanya jawab dan berbagi pengalaman usaha yang mereka jalani. Mahasiswa KKN UIN Malang dan BKK UNAIR berperan sebagai jembatan pengetahuan, menghubungkan konsep pemasaran digital dengan realitas usaha di tingkat desa. Kegiatan ditutup dengan pembagian merchandise sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi pelaku UMKM.



Dalam arahannya, Camat Pesanggaran, Sujono, menekankan pentingnya tindak lanjut konkret dari kegiatan ini. Ia mendorong mahasiswa untuk tidak berhenti pada forum sosialisasi. “Saya berharap mahasiswa bisa jemput bola ke rumah-rumah pelaku UMKM, membantu membuat Google Profile Business dan akun e-commerce agar usaha mereka benar-benar bisa dikenal luas,” ujarnya.



Sementara itu, Kepala Desa Sarongan, Gunoto, menegaskan bahwa penguatan UMKM harus menjadi agenda bersama yang berkelanjutan. Ia berharap kolaborasi antara kampus dan desa dapat terus dilanjutkan dan diintegrasikan dengan program pembangunan desa. Menurutnya, pendampingan yang konsisten akan membantu UMKM tumbuh lebih mandiri dan berdaya saing.



Secara analitis, kegiatan sosialisasi UMKM di Dusun Krajan menunjukkan bahwa pembangunan ekonomi desa tidak cukup hanya mengandalkan ketersediaan fasilitas. Diperlukan sinergi antara peningkatan kapasitas pelaku usaha, pemanfaatan teknologi, serta dukungan kelembagaan dari pemerintah desa dan perguruan tinggi. Kolaborasi kampus–desa dalam kegiatan ini menjadi contoh bagaimana pengetahuan akademik dapat diterjemahkan menjadi solusi praktis bagi penguatan ekonomi lokal.



Sosialisasi ini diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun ekosistem UMKM Desa Sarongan yang lebih kuat, adaptif, dan berkelanjutan, sekaligus mempertegas peran perguruan tinggi sebagai mitra strategis dalam pembangunan ekonomi desa.