12 months ago

Kolaborasi Mahasiswa, Pemerintah, dan Tenaga Kesehatan: "Upaya Nyata Cegah Stunting di Dusun Masangan"

Header Image
ACHMAD DHOHIRROBBI

220102110092 • KKM MBKM & Pengabdian Lain • G.318

Pada bulan Ramadhan 3 Maret 2025, Kelompok Vidhyadhyana dari Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang mengadakan program pencegahan stunting di Dusun Masangan. Kegiatan ini berlangsung atas kerja sama dengan Pemerintah Desa Masangan serta menghadirkan pemateri dari Tim UOBF Puskesmas Raci, Kec. Bangil, Kab. Pasuruan. Acara ini dipandu oleh Achmad Dhohirrobbi selaku ketua kelompok sebagai Master of Ceremony (MC), sementara sesi pemaparan materi dimoderatori oleh Duta Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Khofifah Tri Anjani. Pemateri utama, Ibu Eriga Agustiningsasi, S.K.M., menyampaikan pentingnya pencegahan stunting melalui pola asuh yang baik, pemenuhan gizi, serta edukasi bagi ibu hamil dan balita. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai dampak jangka panjang stunting terhadap tumbuh kembang anak. Dengan demikian, program ini menjadi bagian dari upaya strategis dalam mendukung kesehatan anak-anak di Dusun Masangan.



Hasil wawancara dengan Sekretaris Desa Masangan mengungkapkan bahwa terdapat empat bayi di dusun tersebut yang mengalami kondisi stunting. Angka ini menunjukkan perlunya perhatian khusus dalam hal pemenuhan gizi serta pola asuh anak sejak dini. Program yang diadakan Kelompok Vidhyadhyana KKM UIN Maulana Malik Ibrahim Malang diharapkan dapat membantu mengurangi angka stunting melalui pendekatan edukatif dan intervensi langsung kepada masyarakat. Selain memberikan penyuluhan, program ini juga melibatkan diskusi interaktif antara pemateri dan warga untuk menjawab permasalahan yang dihadapi sehari-hari. Dengan demikian, masyarakat memperoleh wawasan baru mengenai cara mengatasi stunting melalui praktik yang lebih baik dalam kehidupan sehari-hari.



Tema Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang tahun ini mencakup isu-isu penting seperti stunting, parenting, moderasi beragama, dan kewirausahaan. Keberadaan tema ini selaras dengan permasalahan yang ada di Dusun Masangan, khususnya dalam aspek kesehatan anak. Program pencegahan stunting yang dilaksanakan tidak hanya memberikan penyuluhan, tetapi juga mencerminkan kepedulian mahasiswa terhadap kondisi sosial masyarakat. Dengan adanya kegiatan ini, mahasiswa turut serta dalam membangun kesadaran masyarakat mengenai pentingnya kesehatan dan kesejahteraan generasi mendatang. Oleh karena itu, keterlibatan mahasiswa dalam program ini menjadi bukti nyata peran akademisi dalam memberikan solusi bagi permasalahan sosial.



Selain edukasi kesehatan, program ini juga menekankan pentingnya keterlibatan orang tua dalam pengasuhan anak sebagai langkah preventif terhadap stunting. Parenting yang baik berperan dalam menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak secara optimal. Ibu Eriga Agustiningsasi, S.K.M., dalam pemaparannya menjelaskan bahwa perhatian terhadap pola makan, kebersihan lingkungan, serta stimulasi perkembangan anak menjadi faktor utama dalam pencegahan stunting. Dengan demikian, pemahaman yang diberikan dalam kegiatan ini diharapkan dapat mendorong orang tua untuk lebih sadar akan peran mereka dalam menciptakan generasi yang sehat dan cerdas. Kesadaran ini menjadi pondasi utama dalam mengatasi permasalahan kesehatan yang dihadapi masyarakat.



Kegiatan yang diinisiasi oleh Kelompok Vidhyadhyana KKM UIN Maulana Malik Ibrahim Malang di Dusun Masangan menunjukkan bagaimana kolaborasi antara akademisi, pemerintah, dan tenaga kesehatan dapat menghasilkan solusi nyata bagi masyarakat. Dengan adanya kerja sama ini, diharapkan program serupa dapat terus berlanjut dan semakin luas jangkauannya di masa depan. Selain memberikan manfaat langsung bagi warga, kegiatan ini juga memberikan pengalaman berharga bagi mahasiswa dalam menerapkan ilmu yang mereka pelajari di bangku kuliah. Oleh karena itu, pelaksanaan program ini menjadi contoh nyata bagaimana pendidikan tinggi dapat berkontribusi dalam menyelesaikan permasalahan sosial yang ada di masyarakat.