Desa Tamansari beberapa minggu terakhir terasa lebih hidup. Anak-anak sekolah lebih ceria, toko kelontong terlihat modern dengan kode QR di meja kasir, dan mushola sore hari dipenuhi suara tadarus santri kecil. Di balik perubahan kecil itu, ada peran mahasiswa KKM Wening Praja 166. Dengan semangat kolaborasi, mahasiswa menghadirkan jalan sehat sebagai media membangun kedekatan dengan siswa. Kegiatan sederhana ini ternyata efektif menumbuhkan kebersamaan. Tak berhenti di sana, mereka juga membawa isu penting: pencegahan bullying dan kenakalan remaja. Lewat cerita, simulasi, dan permainan, siswa belajar arti empati dan persahabatan. Pada sisi ekonomi, mahasiswa membaca kebutuhan zaman. Mereka membantu digitalisasi UMKM melalui QRIS, membuat warung-warung desa selangkah lebih maju. Sementara di TPQ, mahasiswa bertransformasi menjadi guru. Mengajari huruf hijaiyah, membetulkan tajwid, hingga mendampingi hafalan doa. Interaksi ini
( intan amalia )