3 months ago

Kolaborasi Posyandu Desa Toyomarto dan Kelompok KKM 90 UIN Malang Tingkatkan Layanan Kesehantan Balita dan Remaja

Header Image
LULUK MASRUROH

230302110149 • KKM Reguler Semester Ganjil • G.90

SINGOSARI, MALANG — Kegiatan Posyandu di Desa Toyomarto terus berperan aktif dalam menjaga kesehatan masyarakat, khususnya balita, remaja, dan lansia. Pelaksanaan posyandu ini tidak hanya melibatkan tenaga kesehatan desa, tetapi juga mendapat dukungan dari Kelompok Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) 90 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang yang turut membantu jalannya kegiatan.



Kegiatan posyandu tersebut dilaksanakan selama dua hari, yakni pada 10–11 Januari 2026, dan berlangsung dengan tertib serta mendapat antusiasme dari masyarakat setempat. Hal tersebut disampaikan oleh Ibu Aminatus Sholihah, bidan yang telah mengabdi selama 24 tahun dan saat ini bertugas di Desa Toyomarto. Ia bersama seorang perawat yang telah berpengalaman selama 10 tahun dan baru sekitar tiga bulan menjalankan tugas di desa Toyomarto setelah sebelumnya bertugas di wilayah lain.



Dalam setiap pelaksanaan posyandu, Kelompok KKM 90 UIN Malang terlibat langsung membantu proses kegiatan, mulai dari pendampingan peserta, membantu alur pendaftaran, hingga mendukung kelancaran penyuluhan kesehatan. Kehadiran mahasiswa KKM ini dinilai sangat membantu, terutama dalam menciptakan suasana yang lebih tertib dan komunikatif selama kegiatan berlangsung.



Rangkaian kegiatan posyandu di Desa Toyomarto dilaksanakan secara terstruktur. Kegiatan diawali dengan pendaftaran menggunakan buku posyandu, dilanjutkan dengan pemeriksaan kesehatan seperti pengecekan tensi ibu, penimbangan berat badan ibu dan balita, serta pengukuran tinggi badan balita. Selanjutnya, data kesehatan dicatat dalam Kartu Menuju Sehat (KMS) sebagai bahan pemantauan. Tahap berikutnya adalah konsultasi langsung dengan bidan, yang biasanya disertai imunisasi serta pemeriksaan lanjutan, kemudian ditutup dengan penyuluhan kesehatan.



“Untuk posyandu balita, remaja, maupun lansia, prosesnya sama dan tidak ada perbedaan,” ujar Ibu Aminatus.



Meski akses menuju lokasi posyandu tergolong mudah, masih terdapat kendala dalam hal kehadiran peserta. Berdasarkan data yang dihimpun, kehadiran warga belum pernah mencapai 100 persen. Beberapa warga tidak dapat hadir karena alasan kesehatan, pekerjaan, maupun kesibukan lainnya. Namun secara umum, kegiatan posyandu tetap berjalan dengan lancar.



Selain pelayanan rutin, posyandu juga mengadakan sosialisasi terkait parenting, gizi, dan pencegahan stunting yang pelaksanaannya berpindah-pindah antar dusun. Dalam beberapa bulan terakhir, kegiatan edukasi tersebut menunjukkan dampak positif bagi para ibu. “Setelah dua bulan terakhir ini, terlihat perbedaan yang cukup signifikan sebelum dan sesudah ibu-ibu mendapatkan edukasi,” jelasnya.



Terkait fenomena ibu muda, termasuk yang menikah di usia sekitar 18 tahun, pihak posyandu tetap memberikan edukasi kesehatan secara merata. Upaya sosialisasi mengenai pernikahan dini juga dilakukan melalui sekolah, RT, RW, serta kader PKK. Meski pernikahan dini masih dipengaruhi budaya setempat, bidan dan PKK terus melakukan pendampingan secara berkelanjutan.



Untuk meningkatkan antusiasme warga, komunikasi dilakukan melalui pesan WhatsApp dengan dukungan kepala dusun, RT, RW, kader PKK, serta bantuan mahasiswa KKM 90 UIN Malang dalam menyebarkan informasi kegiatan posyandu kepada masyarakat.



Ibu Aminatus berharap ke depannya seluruh warga yang terdata dapat mengikuti posyandu secara rutin. Dengan kehadiran penuh, masyarakat diharapkan dapat memperoleh layanan kesehatan secara optimal, seperti imunisasi, pemberian obat cacing, dan suplemen kesehatan.



Selain posyandu balita, Desa Toyomarto juga memiliki posyandu remaja yang diperuntukkan bagi anak-anak usia sekolah dari tingkat SD hingga SMA. Jumlah peserta posyandu remaja saat ini sekitar 50 orang dan masih lebih sedikit dibandingkan posyandu balita. Program ini telah berjalan sekitar satu tahun dengan sistem satu desa satu posyandu remaja. Edukasi yang diberikan meliputi penyuluhan gizi, kesehatan remaja, serta pencegahan pernikahan dini.



Melalui kolaborasi antara tenaga kesehatan, perangkat desa, kader PKK, serta Kelompok KKM 90 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, posyandu Desa Toyomarto diharapkan terus berkembang sebagai pusat layanan dan edukasi kesehatan yang bermanfaat bagi seluruh lapisan masyarakat.