3 months ago

Kolaborasi UIN Malang dan UPZ Masjid Al Iksan Dorong Pengelolaan Zakat Profesional

Header Image
ABDUL ROOFI

230201110071 • KKM Reguler Semester Ganjil • G.118

 Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang terus menunjukkan peran aktifnya dalam penguatan tata kelola keumatan.Melalui kolaborasi mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) LP2M, UIN Malang bersama Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Masjid Al Iksan menggelar Workshop Pengelolaan Zakat, Sabtu (24/1/2025), bertempat di Masjid Al Iksan, wilayah Gadang, Kota Malang.



Workshop yang mengusung tema “Menguatkan Peran UPZ Masjid dalam Menjaga Amanah Umat” ini diikuti oleh seluruh pengurus UPZ Masjid Al Iksan serta perwakilan UPZ dari sejumlah masjid di sekitar wilayah Gadang.



Kegiatan ini dirancang untuk memaksimalkan pengelolaan zakat, khususnya dalam aspek perencanaan, pendistribusian, serta pelaporan yang profesional dan akuntabel.



Kegiatan diawali dengan sambutan pengurus Takmir Masjid Al Iksan yang diwakili Ustad Sya’roni.Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh pengurus UPZ yang selama ini telah mengemban amanah umat dalam pengelolaan zakat.



Menurutnya, kehadiran mahasiswa KKM UIN Malang membawa energi positif bagi masjid melalui berbagai kegiatan kolaboratif.



“Sejak kehadiran mahasiswa KKM UIN Malang di Masjid Al Iksan, Alhamdulillah kami merasa sangat terbantu. Banyak kegiatan yang berjalan dengan baik melalui kolaborasi mahasiswa dan takmir masjid, termasuk workshop pengelolaan zakat hari ini,” ujar Ustad Sya’roni.



Workshop ini menghadirkan narasumber Ustad Muhammad Akrom, M.Ag, Dosen Fakultas Syariah UIN Malang.



Dalam pemaparannya, ia menegaskan bahwa zakat memiliki peran strategis yang tidak hanya terbatas pada ibadah ritual, tetapi juga sebagai instrumen pemberdayaan ekonomi umat.



Ustad Akrom menjelaskan pentingnya transformasi pengelolaan zakat dari pola konsumtif menuju produktif. Melalui pendekatan tersebut, zakat diharapkan mampu memberdayakan mustahik agar memiliki keterampilan dan modal usaha yang berkelanjutan.



“Dengan pengelolaan yang tepat, mustahik dapat bertransformasi menjadi muzakki di masa depan,” jelasnya.



Ia juga menekankan bahwa penguatan tata kelola zakat yang profesional, transparan, dan berbasis teknologi merupakan kunci dalam mengoptimalkan potensi zakat nasional.



“Zakat yang dikelola secara amanah dan modern dapat menjadi solusi konkret untuk mengurangi kesenjangan sosial serta membangun kemandirian finansial umat,” tegasnya



Sementara itu, Dr. H. Miftahul Huda, S.HI., M.H, selaku Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKM UIN Malang Kelompok Pradipaloka 118, menegaskan bahwa Unit Pengumpul Zakat (UPZ) memiliki peran strategis dalam menjaga kepercayaan umat terhadap pengelolaan zakat di tingkat masjid.



Menurutnya, optimalisasi pengelolaan zakat tidak semata diukur dari besarnya jumlah penghimpunan, tetapi juga dari kualitas tata kelola kelembagaan.



“Pengelolaan zakat harus direncanakan dengan baik, dikelola secara profesional, dan dilaporkan secara transparan serta akuntabel. Inilah esensi amanah yang harus dijaga oleh pengurus UPZ,” ujar Miftahul Huda



Ia menambahkan, workshop yang digagas bersama mahasiswa KKM UIN Malang ini menjadi sarana penting untuk meningkatkan kapasitas sumber daya pengurus UPZ.



“Peningkatan pengetahuan dan keterampilan pengurus UPZ sangat penting agar kepercayaan masyarakat terus tumbuh dan pengelolaan zakat dapat memberi dampak nyata bagi kesejahteraan umat,” imbuhnya.



Dr. Miftah menegaskan, kegiatan edukatif seperti workshop pengelolaan zakat perlu terus dikembangkan sebagai bagian dari pengabdian perguruan tinggi kepada masyarakat.



“Sebagai pengelola amanah umat, pengurus UPZ harus terus belajar dan meningkatkan kompetensinya agar pengelolaan zakat semakin berkualitas,” tutupnya.



Dengan terselenggaranya workshop ini, diharapkan seluruh pihak yang terlibat dalam pengelolaan zakat fitrah di Masjid Al Iksan dan masjid-masjid sekitarnya semakin siap, profesional, serta mampu menjalankan amanah umat secara bertanggung jawab demi terwujudnya kesejahteraan masyarakat.