Kolaborasi Kampus, Pemerintah, dan Otoritas Keuangan Perkuat Ekosistem Halal Daerah
Upaya penguatan daya saing Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) berbasis halal terus didorong melalui kolaborasi lintas sektor. Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Malang bersama Kelompok 4 Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) DarmaWidya UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menyelenggarakan Talk Show Ekosistem Halal bertema “Penguatan UMKM Menuju Daya Saing Unggul Melalui Ekosistem Halal” pada Rabu, 21 Januari 2026, di Pendopo Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang.
Kegiatan ini menghadirkan sekitar 50 peserta dari unsur masyarakat, pelaku UMKM, perangkat kecamatan, perangkat desa, serta unsur akademisi. Sejumlah tokoh turut hadir, di antaranya perwakilan KPw Bank Indonesia Malang Ega Bramiana, Camat Wagir Joanico Da Costa, S.Sos., MM., Sekretaris LP2M UIN Malang Dr. Luthfi Musthofa, M.Ag., Ketua Halal Center UIN Malang Eny Yulianti, M.Si., Dosen Pembimbing Lapangan Utiya Hikmah, M.Si., Kepala Desa Pandanlandung Hari Sulistiyono, S.AP., beberapa DPL dari kampus dan pamong, serta seluruh anggota Kelompok DarmaWidya.
Pembukaan Resmi dan Penegasan Peran Mahasiswa sebagai Agen Pemberdayaan
Rangkaian acara diawali dengan registrasi kedatangan peserta dan koordinasi teknis antara tim Bank Indonesia Malang dengan pihak kecamatan. Suasana pembukaan berlangsung khidmat dengan menyanyikan Indonesia Raya, Mars Kabupaten Malang, dan Mars UIN Malang yang dipandu oleh Dara Zahra Salsabila.
Acara kemudian dibuka secara formal oleh pembawa acara Fatihatun Hasanah Faujiyah dan Bilqist Adna Salsabila, dilanjutkan pembacaan ayat suci Al-Qur'an oleh Putri Adibah Fuadiyah.
Ketua Kelompok 4 DarmaWidya, Aulia Rahmadina, dalam laporannya memaparkan kemajuan kegiatan KKM di Desa Pandanlandung sekaligus menegaskan fokus program unggulan pada percepatan sertifikasi halal bagi pelaku UMKM. Sementara itu, Sekretaris LP2M UIN Malang, Dr. Luthfi Musthofa, M.Ag., menyampaikan bahwa kehadiran mahasiswa merupakan bagian dari mandat pendidikan tinggi untuk terlibat langsung dalam pembangunan masyarakat.
“Ini adalah perpanjangan tangan negara melalui perguruan tinggi untuk turut serta dalam proses pembangunan, pemberdayaan, dan pengembangan masyarakat. Mahasiswa hadir sebagai pelopor masyarakat terdidik sebelum benar-benar lulus,” ujarnya.
Dukungan Pemerintah Kecamatan untuk Ekosistem Halal
Camat Wagir, Joanico Da Costa, menegaskan bahwa meskipun Kelompok 4 Ditempatkan di Desa Pandanlandung, kegiatan ini dirancang untuk menjangkau seluruh wilayah kecamatan.
“Kegiatan ini tidak hanya untuk satu desa, tetapi mencakup 12 desa di Kecamatan Wagir,” ungkapnya.
Ia juga menekankan pentingnya pemahaman ekosistem halal sebagai strategi peningkatan kualitas produk dan akses pasar bagi UMKM lokal.
Talk Show: Sinergi BI, Halal Center, dan Akademisi
Sesi inti talkshow dipandu moderator Ulfatu Fiki Ainurrohmah. Sebelum pemaparan materi, peserta diajak menyaksikan video dokumenter “Setengah Perjalanan DarmaWidya” yang menggambarkan aktivitas pengabdian mahasiswa selama KKM. peran Bank Indonesia dalam Pengembangan UMKM Ega Bramiana, Asisten Analis Pengembangan Ekonomi Syariah KPw BI Malang, menjelaskan berbagai program pendampingan BI untuk UMKM, mulai dari pelatihan, fasilitasi pembiayaan, hingga penguatan kualitas produk.
Ia menegaskan bahwa pengembangan UMKM halal menjadi bagian dari strategi ekonomi syariah nasional.
Pentingnya Ekosistem Halal yang Inklusif
Ketua Halal Center UIN Malang, Eny Yulianti, M.Si., memaparkan bahwa ekosistem halal tidak hanya relevan bagi umat Islam, tetapi juga menjadi standar kualitas dan keamanan produk yang diterima secara global.
“Halal adalah jaminan mutu. Ini menyasar seluruh konsumen, bukan terbatas pada kelompok tertentu,” jelasnya
Teknis Sertifikasi dan Pembentukan Satgas Halal
Materi ketiga disampaikan oleh Dosen Pembimbing Lapangan sekaligus Penyelia Halal, Utiya Hikmah, M.Si., yang menguraikan prosedur sertifikasi halal, ragam skema program, serta rencana pembentukan satuan tugas (satgas) halal di tingkat desa untuk menghentikan pendampingan.
Interaksi Aktif dan Apresiasi untuk Narasumber
Antusiasme peserta terlihat dalam sesi tanya jawab. Sejumlah pelaku UMKM menanyakan peluang pelatihan pengemasan produk dari BI, mekanisme pengurusan sertifikat halal, hingga kurasi produk dan jumlah pengajuan sertifikasi.
Sebagai bentuk penghargaan, sertifikat diberikan oleh Camat Wagir kepada seluruh narasumber.Acara ditutup dengan doa yang dipimpin Moh. Mufid Azzaim Arjun Almunif, dilanjutkan menyanyikan lagu Padamu Negeri, kemudian ditutup oleh MC.
Penguatan Halal UMKM sebagai Langkah Strategis Daerah
Melalui kegiatan ini, Kelompok KKM DarmaWidya berharap sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan Bank Indonesia dapat mempercepat terbentuknya ekosistem halal yang berkelanjutan di Kecamatan Wagir.
Talkshow tersebut menjadi bukti bahwa pemberdayaan ekonomi masyarakat tidak hanya dilakukan melalui pendampingan teknis, tetapi juga edukasi, literasi, dan kolaborasi multipihak. Dengan pendekatan tersebut, UMKM lokal diharapkan mampu naik kelas, memiliki legalitas halal, serta bersaing di pasar nasional maupun global.