Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) merupakan salah satu bentuk implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi yang memberikan ruang bagi mahasiswa untuk terlibat langsung dalam kehidupan masyarakat. Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya menerapkan pengetahuan akademik, tetapi juga memperoleh pembelajaran sosial yang bersumber dari interaksi nyata dengan lingkungan sekitar. Pengalaman tersebut saya rasakan selama mengikuti KKM di Masjid Nailun Hamam, Kelurahan Polehan, Kota Malang.
Masjid Nailun Hamam berada di kawasan Kampoeng Qur’an Wijaya Kusuma, sebuah lingkungan yang dikenal aktif dalam kegiatan keagamaan dan pembelajaran Al-Qur’an berbasis masyarakat. Selama pelaksanaan KKM, saya mengikuti berbagai aktivitas keagamaan yang berlangsung di masjid, khususnya berpartisipasi dan melakukan pengamatan terhadap kegiatan pembelajaran Al-Qur’an yang rutin diikuti oleh warga sekitar. Kegiatan ini diikuti oleh masyarakat dewasa, baik ibu-ibu maupun bapak-bapak, dengan latar belakang kemampuan membaca Al-Qur’an yang beragam.
Proses pembelajaran berlangsung dalam suasana nonformal dan kekeluargaan. Warga berkumpul secara rutin, membaca Al-Qur’an secara bergiliran, saling menyimak bacaan, serta menerima bimbingan dari ustadz dan ustadzah. Kegiatan ini tidak hanya berfungsi sebagai sarana peningkatan kemampuan membaca Al-Qur’an, tetapi juga menjadi ruang interaksi sosial yang mempererat hubungan antarwarga. Masjid, dalam konteks ini, berperan sebagai pusat pembelajaran sekaligus ruang kebersamaan masyarakat.
Melalui keterlibatan sebagai peserta dan pengamat, saya memperoleh banyak pembelajaran sosial yang tidak saya temukan di ruang kelas formal. Semangat belajar warga, khususnya mereka yang telah lanjut usia, menunjukkan bahwa proses menuntut ilmu tidak dibatasi oleh usia. Kesabaran dan ketekunan yang ditunjukkan para peserta dalam memperbaiki bacaan Al-Qur’an menjadi pelajaran berharga tentang kerendahan hati dan komitmen dalam belajar.
KKM juga memberikan pemahaman bahwa pengabdian kepada masyarakat tidak selalu diwujudkan melalui program besar dan kompleks. Kehadiran, keterlibatan yang proporsional, serta kemampuan untuk memahami ritme kehidupan masyarakat menjadi bagian penting dari proses pembelajaran sosial. Dalam hal ini, mahasiswa berperan sebagai pembelajar yang menyerap nilai-nilai kebersamaan, kepedulian, dan tanggung jawab sosial.
Melalui pengalaman KKM di Kampoeng Qur’an Polehan, dapat disimpulkan bahwa KKN merupakan media pembelajaran sosial yang efektif bagi mahasiswa. Interaksi langsung dengan masyarakat memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang kehidupan sosial dan nilai-nilai kemasyarakatan. Pengalaman ini diharapkan dapat menjadi bekal dalam membentuk kepekaan sosial serta sikap tanggung jawab sebagai bagian dari masyarakat di masa mendatang.