3 months ago

Kunjungan UMKM "Tokelap Coffee" : Melihat Langsung Proses Pengolahan Kopi Khas Kalibaru Banyuwangi

Header Image
MUHAMMAD NAJIB AL-HUSAINI

230301110159 • KKM Mandiri • G.175

Kalibaru, 27 Januari 2026 - Mahasiswa KKM Sahwahita UIN Malang melakukan kunjungan ke salah satu UMKM yang ada di Kalibaru Banyuwangi, yaitu "Tokelap Coffee". Bapak Ahmad Jaelani merupakan owner atau pemilik dari UMKM ini, seorang pebisnis  dan petani kopi sukses yang juga merupakan ketua kelompok tani "Kemiri Jaya" dengan segudang prestasi. Diantaranya adalah juara harapan 1 di fetival kopi Bondowoso, juara 1  tingkat provinsi dan mampu mengalahkan 206 kabupaten, dan masih banyak prestasi lainnya. 



Dari hasil wawancara yang kami lakukan, beliau mengatakan bahwa usaha ini dirintis mulai tahun 2019, dan mulai dibranding pada tahun 2021. Asal usul diambilnya nama "Tokelap" sangatlah unik. "Tokelap" berasal  dari bahasa Madura, to artinya batu sedangkan kelap artinya petir, penyebutan tersebut terinspirasi dari bentuk biji kopi yang persis seperti batu kecil dengan garis di tengah seperti bentuk petir. Sehingga disebutlah dengan nama "Tokelap Coffee". pemilihan bahasa Madura dikarenakan beliau lahir dan tinggal di wilayah masyarakat Madura. 



Dalam kunjungan ini beliau juga memaparkan terkait jenis-jenis kopi yang selama ini diproduksi, antara lain adalah kopi  robusta, arabica, kopi fermentasi, dan lain sebagainya. Sebagai petani dan pebisnis kopi hingga saat ini terhitung beliau beserta tim gabungan kelompok tani dengan 24 karyawan aktif dan anggota sebanyak 70 orang sudah mampu menghasilkan 1000 ton kopi.  Mahasiswa KKM juga diberikan penjelasan terkait proses pengolahan kopi serta diberikan izin dan kesempatan untuk dapat melakukan praktik di tempat produksi secara langsung. Proses pengolahan kopi tersebut sebagai berikut:



 Sortasi green bean, yakni penyortitan biji kopi hijau untuk memisahkan biji yang cacat (defects) dan biji yang sehat, hal ini dilakukan guna memastikan hanya biji yang berkualitas yang dapat disangrai

Roasting selama kurang lebih 25 menit dengan suhu 200-250 derajat celcius

Pendinginan selama 10 menit

Penggilingan atau grinding

Packing atau pengemasan

Pemasaran



Penjualan rata-rata produk kopi ini terhitung selama setahun adalah 1 kwintal kopi. Beliau juga bekerja sama dengan pusat oleh-oleh di daerah Genteng, Banyuwangi dengan mengirimkan 30 bungkus kopi setiap bulannya dengan takaran kemasan 100 gram. 



Selain kopi biasa, kita juga dikenalkan dengan kopi dengan nuansa dan rasa baru, yakni kopi wine. Meskipun namanya wine tapi kopi ini tetap halal untuk dikonsumsi. Sebutan wine dikarenakan kopi ini melalui proses fermentasi yang cukup lama sekitar 9 minggu. Kopi ini viral dan menjadi trend pada tahun 2019-2020 dengan harga yang lebih mahal dari kopi biasa yakni mulai dari 200.000-250.000 per kg dalam bentuk masih berupa biji kopi. Dari kopi wine ini beliau bisa mendapatkan penghasilan di kisaran angka 4-5 juta.



Selain belajar tentang kopi, kami mahasiswa KKM UIN Malang juga mendapatkan banyak motivasi dan inspirasi dari Bapak Jaelani. Beliau mengatakan bahwa usaha kopi atau beliau menyebutnya dengan "meja kopi" ini membawa berkah tersendiri. Beliau juga menekankan tentang pentingnya berbagi, sebab dalam berbagi pasti ada rezeki didalamnya. Dan menurut beliau niat tulus yang ada dalam hati kita ketika melakukan pekerjaan apapun itu adalah sebuah penyelamat. Beliau juga menekankan bahwa motivasi itu sangatlah penting, hal tersebut terbukti dengan banyaknya anak muda di daerah Kalibaru yang akhirnya mau untuk mejadi petani kpi, sebuah profesi yang mungkin dipandang sebelah mata oleh para generasi z, namun ternyata  terdapat kesuksesan dan berkah didalamnya. 



Konten ini telah tayang di Kompasiana.com dengan judul "Kunjungan UMKM "Tokelap Coffee" : Melihat Langsung Proses Pengolahan Kopi Khas Kalibaru Banyuwangi", Klik untuk baca:

https://www.kompasiana.com/mufidameilia61/698bc887ed64151e3a7c9fe2/kunjungan-umkm-tokelap-coffee-melihat-langsung-proses-pengolahan-kopi-khas-kalibaru-banyuwangi



Kreator: KKM 175 Sahwahita UIN Malang