Permasalahan sampah masih menjadi tantangan lingkungan yang perlu mendapat perhatian serius, khususnya di tingkat desa. Peningkatan aktivitas rumah tangga menyebabkan volume sampah terus bertambah dan berpotensi menimbulkan pencemaran lingkungan apabila tidak dikelola dengan baik. Kondisi tersebut juga dirasakan oleh masyarakat Kampung KRPL Desa Sumberdem, Kecamatan Wonosari. Oleh karena itu, pengelolaan sampah berbasis masyarakat menjadi salah satu solusi penting untuk menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat.
Salah satu upaya utama dalam pengelolaan sampah adalah pemilahan sampah sejak dari sumbernya. Di Kampung KRPL Desa Sumberdem, pemilahan sampah dilakukan berdasarkan beberapa jenis, yaitu sampah putihan, warna, besi, serat, dan keras. Sampah putihan dan warna umumnya berasal dari plastik dan kemasan, sampah besi berasal dari logam, sampah serat berasal dari bahan kain atau sejenisnya, sedangkan sampah keras meliputi material yang lebih padat. Pemilahan ini bertujuan agar sampah dapat dikelola dan dimanfaatkan secara lebih optimal.
Kegiatan pemilahan sampah tersebut tidak hanya bergantung pada pengelola, tetapi juga membutuhkan partisipasi aktif dari masyarakat. Proses pemilahan dilakukan secara rutin setiap 36 hari sekali sebagai bentuk komitmen bersama dalam menjaga kebersihan lingkungan. Dengan adanya jadwal yang teratur, masyarakat menjadi lebih terbiasa dan disiplin dalam memilah sampah sesuai dengan jenisnya, sehingga pengelolaan sampah dapat berjalan secara berkelanjutan.
Selain pemilahan sampah, pengelolaan bank sampah menjadi bagian penting dalam sistem pengelolaan sampah di Kampung KRPL. Bank sampah berfungsi sebagai tempat pengumpulan sampah yang telah dipilah untuk kemudian ditimbang dan dikelola lebih lanjut. Melalui bank sampah, sampah tidak lagi dianggap sebagai limbah semata, melainkan sebagai barang yang memiliki nilai guna dan nilai ekonomi. Hal ini mendorong masyarakat untuk lebih peduli dan bertanggung jawab terhadap sampah yang dihasilkan.
Dalam kegiatan ini, mahasiswa KKM Reguler UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Kelompok 73 “Astra Pradipta” turut berpartisipasi secara aktif. Mahasiswa terlibat langsung dalam kegiatan pemilahan sampah yang dilaksanakan setiap 36 hari sekali, serta membantu proses pengelolaan bank sampah.
Melalui kegiatan KKM yang dilaksanakan di Kampung KRPL Desa Sumberdem, Kecamatan Wonosari, diharapkan kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan sampah semakin meningkat. Kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat menjadi langkah nyata dalam menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan. Kegiatan pemilahan sampah dan bank sampah ini diharapkan dapat terus berjalan dan menjadi contoh pengelolaan sampah berbasis masyarakat yang efektif.