Kegiatan berjalan kaki bersama selama pelaksanaan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) di Kota Batu menjadi pengalaman sederhana yang ternyata memberikan refleksi mendalam bagi saya. Dalam satu sesi perjalanan sejauh kurang lebih 3,5 kilometer yang ditempuh selama 51 menit, saya menyadari satu hal penting, bahwa tingkat aktivitas fisik saya selama ini masih tergolong rendah.
Kesadaran ini muncul ketika saya membandingkan kondisi diri dengan Calon Jemaah Haji (CJH) saya. Di usia yang lebih lanjut, mereka mampu berjalan dengan stabil tanpa menunjukkan tanda kelelahan atau sesak napas yang berarti. Sebaliknya, saya yang secara usia lebih muda, justru merasakan kelelahan lebih cepat. Pengalaman ini menjadi pengingat nyata bahwa kesehatan dan kebugaran tidak semata ditentukan oleh usia, melainkan oleh kebiasaan hidup, khususnya aktivitas fisik yang rutin.
Selain refleksi kesehatan, perjalanan ini juga menghadirkan pengalaman visual yang berkesan. Saya menyaksikan sisi Kota Batu yang belum pernah saya lihat sebelumnya: jalan setapak di pinggiran sawah, udara pagi yang segar, serta pemandangan hijau yang memberikan ketenangan. Menyusuri jalur tersebut terasa seperti sebuah petualangan kecil, sederhana, namun bermakna, yang memperkaya pengalaman KKM saya, tidak hanya secara akademik tetapi juga secara personal.
Melalui kegiatan ini, saya belajar bahwa KKM bukan sekadar bentuk pengabdian kepada masyarakat, tetapi juga ruang refleksi diri. Langkah-langkah kecil yang saya tempuh hari itu membuka kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan jasmani serta mengapresiasi lingkungan sekitar. Pengalaman ini menjadi motivasi bagi saya untuk mulai memperbaiki pola hidup, khususnya dengan meningkatkan aktivitas fisik secara teratur di masa mendatang