Sore itu kami cuma jalan santai seperti biasa di sekitar rumah calon jamaah haji. Tidak ada yang terlalu formal, hanya ngobrol ringan sambil sesekali mengingatkan soal kesehatan. Bapak Sugiono jalannya pelan tapi konsisten, sementara Ibu Amik Sudartik beberapa kali bercanda soal capeknya jalan sore, tapi tetap ikut sampai selesai. Dari situ kami sadar, perubahan kecil ternyata bisa dimulai dari kebiasaan sederhana.
Jalan sore ini bukan sekadar aktivitas fisik, tapi juga jadi momen pendekatan yang lebih santai. Kami bisa ngobrol tentang tekanan darah, pola makan, sampai persiapan menuju haji tanpa terasa seperti sedang diberi materi. Suasananya ringan, kadang diselingi tawa, kadang juga hening menikmati suasana senja.
Mungkin terlihat sederhana, tapi buat kami di KKM, langkah sore ini punya makna. Tidak harus langsung berubah drastis, yang penting ada usaha untuk bergerak dan menjaga kesehatan sedikit demi sedikit. Dari jalan santai itu, kami belajar bahwa mendampingi tidak selalu lewat ruang edukasi formal, kadang cukup lewat langkah kecil yang dilakukan bersama.