Latihan Dasar Kepemimpinan (LDKS) OSIS SMP Islam Plus Al-Hikam periode 2025/2026 yang dilaksanakan pada 9–10 Januari 2026 menghadirkan pengalaman yang jauh dari sekadar kegiatan formal. Selama dua hari, para siswa tidak hanya menerima materi kepemimpinan, tetapi juga diajak mengalami langsung nilai-nilai yang selama ini kerap hanya dibicarakan di ruang kelas.
Hari pertama dilaksanakan di masjid sekolah dengan rangkaian pemaparan materi yang dibawakan oleh mahasiswa KKM 109 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Beberapa materi utama yang disampaikan antara lain “Aku Pemimpin Hebat Siap Menjadi OSIS yang Semangat”, “OSIS Jiwaku, OSIS Semangatku, Siap Menjadi OSIS untuk Mewujudkan Indonesia Emas di Tahun 2045”, serta “Manajemen Organisasi, Ayo Kita Wujudkan OSIS SMP Islam Plus Al-Hikam sebagai OSIS yang Juara dan Berprestasi.”
Melalui materi-materi tersebut, peserta diajak memahami peran kepemimpinan bukan sekadar sebagai posisi struktural, tetapi sebagai tanggung jawab untuk melayani, bekerja sama, dan memberi dampak bagi lingkungan sekolah. Penyampaian yang interaktif membuat siswa tidak hanya mendengar, tetapi juga merefleksikan bagaimana seharusnya OSIS dijalankan secara profesional dan berkarakter.
Pembelajaran tidak berhenti di ruang materi. Hari kedua, seluruh peserta diberangkatkan menuju Candi Tegowangi untuk mengikuti sesi outbound yang dirancang dan dipandu langsung oleh tim KKM 109 UIN Malang. Dalam berbagai tantangan kelompok, siswa diuji dalam hal kerja sama tim, komunikasi, kepemimpinan, serta pengambilan keputusan. Di sinilah materi hari pertama menemukan wujud nyatanya: kepemimpinan bukan lagi teori, melainkan pengalaman.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pemaparan program kerja OSIS SMP Islam Plus Al-Hikam periode 2025/2026, ibadah bersama, hingga sesi kebersamaan yang mempererat solidaritas antarpengurus. Format kegiatan yang menggabungkan pemaparan konsep, praktik lapangan, dan refleksi membuat LDKS ini tidak berhenti pada penguatan organisasi, tetapi juga pembentukan karakter.
Bagi tim KKM 109 UIN Malang, keterlibatan mereka tidak sebatas sebagai pemateri, tetapi juga sebagai fasilitator proses belajar. Mereka menyusun materi, mengatur alur kegiatan, hingga mengelola outbound. Namun dalam prosesnya, justru muncul kesadaran bahwa pembelajaran berlangsung dua arah. Dari antusiasme dan keterbukaan para siswa, para pendamping pun belajar kembali tentang makna kepemimpinan yang sesungguhnya.
LDKS ini membuktikan bahwa kepemimpinan tidak cukup diajarkan lewat slide dan catatan, tetapi harus dialami. Dari masjid tempat materi disampaikan hingga Candi Tegowangi sebagai ruang tantangan, para peserta diajak menyadari bahwa menjadi pemimpin bukan tentang jabatan, melainkan tentang tanggung jawab, kolaborasi, dan keberanian untuk terus bertumbuh.
Dan di sanalah pertanyaan itu akhirnya muncul: siapa sebenarnya yang belajar?
Latihan Dasar Kepemimpinan (LDKS) OSIS SMP Islam Plus Al-Hikam periode 2025/2026 yang dilaksanakan pada 9–10 Januari 2026 menghadirkan pengalaman yang jauh dari sekadar kegiatan formal. Selama dua hari, para siswa tidak hanya menerima materi kepemimpinan, tetapi juga diajak mengalami langsung nilai-nilai yang selama ini kerap hanya dibicarakan di ruang kelas.
Hari pertama dilaksanakan di masjid sekolah dengan rangkaian pemaparan materi yang dibawakan oleh mahasiswa KKM 109 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Beberapa materi utama yang disampaikan antara lain “Aku Pemimpin Hebat Siap Menjadi OSIS yang Semangat”, “OSIS Jiwaku, OSIS Semangatku, Siap Menjadi OSIS untuk Mewujudkan Indonesia Emas di Tahun 2045”, serta “Manajemen Organisasi, Ayo Kita Wujudkan OSIS SMP Islam Plus Al-Hikam sebagai OSIS yang Juara dan Berprestasi.”
Melalui materi-materi tersebut, peserta diajak memahami peran kepemimpinan bukan sekadar sebagai posisi struktural, tetapi sebagai tanggung jawab untuk melayani, bekerja sama, dan memberi dampak bagi lingkungan sekolah. Penyampaian yang interaktif membuat siswa tidak hanya mendengar, tetapi juga merefleksikan bagaimana seharusnya OSIS dijalankan secara profesional dan berkarakter.
Pembelajaran tidak berhenti di ruang materi. Hari kedua, seluruh peserta diberangkatkan menuju Candi Tegowangi untuk mengikuti sesi outbound yang dirancang dan dipandu langsung oleh tim KKM 109 UIN Malang. Dalam berbagai tantangan kelompok, siswa diuji dalam hal kerja sama tim, komunikasi, kepemimpinan, serta pengambilan keputusan. Di sinilah materi hari pertama menemukan wujud nyatanya: kepemimpinan bukan lagi teori, melainkan pengalaman.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pemaparan program kerja OSIS SMP Islam Plus Al-Hikam periode 2025/2026, ibadah bersama, hingga sesi kebersamaan yang mempererat solidaritas antarpengurus. Format kegiatan yang menggabungkan pemaparan konsep, praktik lapangan, dan refleksi membuat LDKS ini tidak berhenti pada penguatan organisasi, tetapi juga pembentukan karakter.
Bagi tim KKM 109 UIN Malang, keterlibatan mereka tidak sebatas sebagai pemateri, tetapi juga sebagai fasilitator proses belajar. Mereka menyusun materi, mengatur alur kegiatan, hingga mengelola outbound. Namun dalam prosesnya, justru muncul kesadaran bahwa pembelajaran berlangsung dua arah. Dari antusiasme dan keterbukaan para siswa, para pendamping pun belajar kembali tentang makna kepemimpinan yang sesungguhnya.
LDKS ini membuktikan bahwa kepemimpinan tidak cukup diajarkan lewat slide dan catatan, tetapi harus dialami. Dari masjid tempat materi disampaikan hingga Candi Tegowangi sebagai ruang tantangan, para peserta diajak menyadari bahwa menjadi pemimpin bukan tentang jabatan, melainkan tentang tanggung jawab, kolaborasi, dan keberanian untuk terus bertumbuh.
Dan di sanalah pertanyaan itu akhirnya muncul: siapa sebenarnya yang belajar?