Dusun Lendang, Desa Sukarara, Jonggat, Lombok Tengah, NTB, 1 Januari 2026 - Rencana sederhana mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Mandiri Universitas Maulana Malik Ibrahim Malang 2025 untuk merayakan pergantian tahun bersama remaja desa, berubah menjadi momentum haru yang tak terlupakan. Mengusung konsep do'a bersama dan "bakar-bakar" sederhana, antusiasme warga justru meluap hingga melampaui ekspektasi. Awalnya, tim KKM sempat merasa khawatir terkait pembengkakan anggaran jika acara melibatkan banyak orang. Namun, kekhawatiran itu sirna seketika oleh ketulusan warga yang hadir tanpa dibuat-buat. Tanpa diminta, warga silih berganti mengantarkan bantuan logistik sebagai bentuk dukungan. Mulai dari kebutuhan masak, peralatan bakar-bakar, dan berbagai kebutuhan lainnya.
"Kami sangat terkejut. Niatnya hanya acara kecil, tapi warga justru sangat antusias. Kami menerima lebih dari tiga ekor ayam dan sekarung ikan mujair dari masyarakat. Ini bukan lagi soal donasi, tapi soal rasa kekeluargaan," ujar Prayogi Prasetyo, perwakilan mahasiswa KKM.
Kehadiran yang Menghidupkan Suasana
Bagi masyarakat setempat, kehadiran mahasiswa KKM dianggap membawa semangat baru. Bukan sekadar tamu yang menjalankan tugas kampus, warga mengaku sudah menganggap para mahasiswa sebagai bagian dari keluarga mereka sendiri. Interaksi yang terjalin antara mahasiswa dan remaja kampung saat mempersiapkan acara menunjukkan betapa kuatnya ikatan sosial di desa ini. Keramahtamahan yang ditunjukkan warga bersifat alami dan spontan, mencerminkan kearifan lokal dalam memuliakan tamu yang sudah dianggap seperti saudara kandung
Doa Bersama Sebagai Penutup Tahun
Acara yang berlangsung pada malam pergantian tahun 2026 tersebut diisi dengan do'a bersama yang dikenal dengan istilah dzikir oleh masyarakat setempat, yang mana bertujuan untuk keselamatan desa, kemudian dilanjutkan dengan makan bersama dari hasil swadaya masyarakat. Kelimpahan makanan malam itu menjadi simbol bahwa kemauan untuk berbagi tidak selalu diukur dari materi, melainkan dari kedekatan hati. Kebersamaan semakin terasa dengan konsep makan bersama menggunakan daun pisang yang disusun memanjang.
Pengalaman ini menjadi catatan penting dalam riset sosial tim KKM bahwa di tengah modernitas, nilai-nilai keguyuban dan ketulusan di desa masih sangat kental dan menjadi pondasi utama keharmonisan masyarakat.