Mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Malang kelompok Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) 187 Paraduta Adhimukti yang ditempatkan di desa Wonorejo, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang melakukan berbagai kegiatan untuk mendekatkan diri kepada masyarakat sekaligus melestarikan budaya lokal yang sarat akan makna dan nilai tradisional. Dengan menyewa kesenian bantengan, yaitu kesenian yang berasal dari Jawa Timur kelompok KKM 187 Paraduta Adhimukti UIN Malang berusaha mempromosikan dan melestarikan budaya lokal di tengah masyarakat globalisasi saat ini.
Bantengan merupakan kesenian yang menggabungkan berbagai unsur seperti tari, musik, dan teatrikal dengan ciri khas pemainnya yakni menggunakan kostum berupa banteng yang memiliki beragam corak dengan warna yang mencolok yang melambangkan kekuatan, keberanian, dan semangat juang yang tinggi. Dalam pertunjukkan ini, Iringan musik yang mengiringi para pemain menciptakan suasana yang energik dan memikat. Para pemain menggerakkan tubuh mereka dengan penuh semangat dan energik yang melambangkan gerakan banteng yang gagah lagi berani, yang dimana menjadi simbol dari tradisi yang sarat akan nilai-nilai seni ini.
Kelompok KKM 187 Paraduta Adhimukti meyakini bahwasanya kesenian bantengan adalah sarana yang tepat dan memiliki potensi besar untuk mendekatkan masyarakat kepada akar budayanya. Oleh karenanya, mereka memutuskan untuk menyewa kesenian bantengan untuk ditampilkan kepada masyarakat sekitar karena kesenian ini sangat erat dan dekat dengan masyarakat sekitar. Kegiatan ini tidak hanya sebatas hiburan bagi warga sekitar, tetapi juga upaya untuk melestarikan kesenian lokal yang belakangan ini mulai terpinggirkan dengan adanya arus globalisasi di zaman sekarang.
Acara pertunjukkan kesenian bantengan ini mendapatkan sambutan hangat dan begitu antusias dari warga sekitar. Berbagai kalangan dan golongan usia tumpah ruah turut serta menyaksikan kesenian bantengan dengan sangat antusias. Selain sebagai sarana hiburan, pertunjukkan bantengan ini juga memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk memahami dan mendalami beragam makna filosofis yang terdapat dalam kesenian ini mulai dari gerakan-gerakan tari yang energetik, simbolisme yang terdapat pada kostum dan alunan musik yang mengajarkan masyarakat tentang keberanian, semangat gotong royong, dan pentingnya melestarikan kesenian dan budaya tradisional.
Kegiatan ini juga sekaligus menjadi momentum untuk mempererat hubungan antara mahasiswa dengan masyarakat sekitar. Melalui kerjasama dalam menyelenggarakan acara, mahasiswa dan warga sekitar dapat bertukar informasi, pikiran, dan pengalaman serta memperkuat rasa kebersamaan. Dengan diadakannya pertunjukkan bantengan ini, kelompok KKM 187 Paraduta Adhimukti berharap dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat sekaligus menumbuhkan kecintaan masyarakat akan kesenian tradisional bantengan yang memiliki nilai budaya yang sangat kental dan tinggi.
Secara keseluruhan, kegiatan yang dilaksanakan oleh kelompok KKM 187 Paraduta Adhimukti ini menjadi bukti nyata dimana kegiatan KKM tidak hanya berfokus pada pengabdian sosial, tetapi juga memperkenalkan, melestarikan, dan menjaga warisan budaya kesenian tradisional yang ada di masyarakat. Melalui kegiatan Ini, kelompok KKM 187 Paraduta Adhimukti ikut andil dalam memperkenalkan budaya lokal kepada khalayak luas serta menumbuhkan kecintaan dan kebanggaan masyarakat sekitar akan kebudayaan yang mereka miliki.