Dalam rangka meningkatkan kesiapan fisik dan kesehatan calon jemaah haji (CJH) Kota Batu, mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) dari Program studi Kedokteran berkolaborasi dengan Program Studi Farmasi melaksanakan program edukasi kesehatan dan monitoring pola hidup sehat berbasis media audiovisual. Program ini ditujukan untuk CJH yang akan berangkat pada akhir April 2026 dengan fokus upaya promotif dan preventif sebelum pelaksanaan ibadah haji.
Haji merupakan rukun Islam kelima yang wajib dilaksanakan oleh umat Islam yang telah memenuhi syarat istitha'ah, baik secara fisik dan mental, finansial, dan spiritual. Pelaksanaan ibadah haji tidak hanya menuntut kesiapan spiritual, tetapi juga kesiapan fisik yang optimal, mengingat rangkaian kegiatan haji melibatkan aktivitas fisik intensitas sedang hingga berat, seperti berjalan kaki dalam jarak jauh, berdiri dalam waktu lama, berdesakan dengan jemaah lain, serta paparan cuaca ekstrem dengan suhu tinggi dan kelembapan rendah di Arab Saudi. Kondisi tersebut dapat menjadi faktor risiko terjadinya gangguan kesehatan, khususnya pada kelompok usia lanjut
Program ini mengintegrasikan edukasi kesehatan melalui media poster, video edukatif, dan booklet kesehatan yang dirancang sederhana dan mudah dipahami oleh CJH. Materi edukasi mencakup pentingnya kebugaran fisik, pola makan dan hidrasi yang tepat, modifikasi gaya hidup bagi penderita hipertensi, pengenalan tanda bahaya yang harus diwaspadai selama ibadah haji. Selain itu, dilakukan pola monitoring sederhana terhadap pola hidup sehat dan keluhan kesehatan CJH sebagai bentuk pendampingan berkelanjutan.
Kolaborasi dengan mahasiswa farmasi memperkuat program melalui edukasi penggunaan obat yang aman, khususnya bagi jemaah lanjut usia, serta pencegahan penggunaan obat bebas secara tidak tepat. Sinergi lintas disiplin ini diharapkan dapat memberikan pendekatan edukasi yang lebih komprehensif dan aplikatif sesuai kebutuhan calon jemaah.
Melalui program ini, mahasiswa berharap dapat berkontribusi dalam mendukung pembinaan calon jemaah haji yang lebih terstruktur dan berorientasi pada pencegahan risiko kesehatan. Kegiatan ini juga menjadi bentuk nyata peran mahasiswa sebagai agen perubahan dalam penguatan kesehatan masyarakat, sekaligus mendukung terwujudnya pelayanan haji yang aman, sehat, dan ramah lansia.