3 months ago

Mahasiswa KKM 22 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Berperan Aktif Menyukseskan Peringatan Isra Mi'raj di Madrasah Diniyah Abul Yatama Masjid Agung Jami' Kota Malang

Header Image
ARTI MAR`ATUL HAQ

230503110064 • KKM Reguler Semester Ganjil • G.22

Pagi itu di tengah suasana pengabdian yang penuh makna, Mahasiswa KKM Kelompok 22 melangkah dengan niat tulus menuju Madrasah Diniyah Abul Yatama, sebuah oase kasih sayang yang terletak di bawah naungan Masjid Agung Jami’ Malang. Hari itu bukan sekadar hari kunjungan biasa, melainkan sebuah momen refleksi agung bagi para mahasiswa dan adik-adik yatim untuk bersama-sama memperingati Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW.



Peringatan Isra Mi’raj tahun ini terasa begitu menyentuh hati. Jika biasanya acara peringatan dilakukan di gedung-gedung besar, Kelompok 22 memilih untuk merayakannya di tengah keluarga besar Abul Yatama.



Acara dibuka dengan sholat sunnah Dhuha, pembacaan Istigosah, dilanjut Maulid Diba', dan membaca ayat-ayat suci Al-Qur'an oleh mahasiswa KKM Kelompok 22. Suaranya yang jernih dan tulus seolah membawa keteduhan, mengingatkan semua yang hadir pada peristiwa perjalanan malam Rasulullah dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa hingga menembus Sidratul Muntaha.



Inti dari peringatan ini adalah penyampaian nilai-nilai Isra Mi’raj yang dikemas secara interaktif oleh mahasiswa Kelompok 22. Tidak hanya sekadar ceramah searah, para mahasiswa mengajak adik-adik Abul Yatama berdialog mengenai hikmah terbesar Isra Mi’raj, yaitu perintah shalat lima waktu.



Para mahasiswa menekankan pesan bahwa sebagaimana Rasulullah mendapatkan kekuatan setelah "Tahun Kesedihan" melalui peristiwa Isra Mi'raj, maka shalat dan kesabaran adalah kekuatan utama bagi setiap mukmin. Pesan ini disampaikan untuk memotivasi mereka bahwa meski tumbuh dalam keterbatasan fisik tanpa orang tua yang lengkap, mereka adalah anak-anak istimewa yang selalu berada dalam penjagaan Allah SWT.



Setelah sesi materi spiritual, suasana khidmat berubah menjadi hangat dan penuh tawa. Kelompok 22 menyisipkan kegiatan kuis Islami seputar sejarah Nabi dan pemberian apresiasi kecil-kecilan. Senyum merekah di wajah anak-anak Abul Yatama, menghapus sekat antara mahasiswa yang sedang mengabdi dan anak-anak yang sedang mendamba kasih sayang.



Bagi Kelompok 22, merayakan Isra Mi’raj di Abul Yatama memberikan pelajaran yang tak akan didapatkan di bangku perkuliahan. Mereka belajar bahwa "naik" menuju derajat yang lebih mulia (Mi'raj) dalam kehidupan sosial hanya bisa dicapai dengan cara memuliakan mereka yang dicintai oleh Rasulullah, yaitu anak-anak yatim.



Peringatan ini berakhir dengan memberikan voucher uang, menyisakan kenangan indah di hati setiap orang. Kelompok 22 pulang dengan membawa semangat baru-semangat untuk terus menjaga ibadah shalat dan semangat untuk menyelesaikan sisa masa KKM dengan pengabdian yang lebih tulus. Karena bagi mereka, perjalanan KKM ini adalah "Isra" kecil mereka menuju kebermanfaatan yang nyata.