3 months ago

Mahasiswa KKM 44 UIN Malang Berikan PMT Puding Daun Kelor Di Posyandu Desa Gunung Jati

Header Image
LIZA ELYVIA NUR SYAYYIDAH

230203110001 • KKM Reguler Semester Ganjil • G.44

Upaya pencegahan stunting terus dilakukan melalui berbagai pendekatan sederhana namun berdampak nyata di tengah masyarakat. Salah satunya dilakukan oleh Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Kelompok 44 Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang yang melaksanakan kegiatan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) berupa puding daun kelor bagi balita di Desa Gunungjati.



Kegiatan ini dilaksanakan dengan menyasar tiga posyandu aktif yang ada di desa tersebut, yakni Posyandu Mawar dengan jumlah peserta sebanyak 65 balita, Posyandu Anggrek dengan 50 balita, serta Posyandu Melati yang diikuti oleh 100 balita. Total sebanyak 215 balita menjadi sasaran kegiatan PMT ini.



Pemilihan daun kelor sebagai bahan utama PMT bukan tanpa alasan. Daun kelor dikenal sebagai salah satu sumber pangan lokal yang kaya akan nutrisi, seperti protein, kalsium, zat besi, vitamin A, dan vitamin C. Kandungan gizi tersebut sangat bermanfaat untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan balita serta membantu mencegah risiko stunting.



Dalam kegiatan ini, mahasiswa KKM 44 menyajikan daun kelor dalam bentuk puding agar lebih menarik dan mudah dikonsumsi oleh balita. Olahan puding dinilai lebih ramah bagi anak-anak karena teksturnya lembut dan rasanya manis, sehingga dapat meningkatkan minat makan balita.



Berbeda dari kegiatan kesehatan pada umumnya, pelaksanaan PMT ini tidak disertai dengan edukasi atau sosialisasi secara langsung kepada para ibu balita. Namun demikian, mahasiswa tetap memberikan nilai edukatif melalui pembagian selembaran informasi.



Setiap ibu balita menerima leaflet yang berisi penjelasan singkat mengenai manfaat daun kelor bagi kesehatan anak serta tata cara sederhana pembuatan puding daun kelor di rumah. Dengan adanya selembaran tersebut, diharapkan para ibu dapat memperoleh pengetahuan dasar dan terdorong untuk mengolah daun kelor secara mandiri sebagai menu tambahan bagi anak-anak mereka.



Kegiatan PMT puding daun kelor ini mendapat sambutan yang sangat baik dari para ibu kader posyandu maupun bidan desa Gunungjati. Mereka mengapresiasi inisiatif mahasiswa KKM yang menghadirkan inovasi PMT berbasis pangan lokal dengan pengolahan yang kreatif dan mudah diterapkan.



Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKM 44 UIN Malang tidak hanya berperan sebagai pendamping masyarakat, tetapi juga sebagai agen perubahan yang menghadirkan solusi praktis dalam upaya pencegahan stunting. Meskipun tanpa sosialisasi langsung, pembagian PMT dan leaflet informasi dinilai mampu memberikan dampak positif serta menambah wawasan ibu balita mengenai pentingnya asupan gizi seimbang.



Diharapkan kegiatan serupa dapat terus dikembangkan dan menjadi inspirasi bagi program kesehatan masyarakat lainnya, khususnya dalam memanfaatkan potensi pangan lokal sebagai langkah nyata menekan angka stunting di pedesaan.