3 months ago

Mahasiswa KKM FKIK UIN Malang Optimalkan Fisik serta Mental Calon Jamaah Haji Kota Batu Menuju Jamaah Haji Mandiri dan Istitoah

Header Image
R MOCH SATRIO SILIWANGI SYARIFFATIHMULIA NEGARA

230701110052 • KKM Unggulan Fakultatif • G.231

Pelaksanaan ibadah haji tidak hanya membutuhkan persiapan spiritual yang optimal, tetapi kondisi fisik dan mental calon jamaah haji juga harus menjadi fokus utama agar seluruh rangkaian ibadah haji dapat berjalan dengan baik dan efisien. Pemerintah Indonesia melalui kebijakan istitoah kesehatan menegaskan bahwa calon jamaah haji harus memenuhi persyaratan kesehatan fisik dan mental agar dapat melaksanakan ibadah haji. Sejalan dengan itu, mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang mengoptimalkan kesehatan calon jamaah haji di Kota Batu melalui beberapa program sebagai upaya mendukung kesiapan fisik dan mental jamaah menuju jamaah haji mandiri dan istitoah.



 



Ketua KKM Kelompok 32 FKIK UIN Malang menegaskan bahwa pendampingan calon jamaah haji dilakukan secara serius dan berkesinambungan melalui monitoring kesehatan serta edukasi yang disesuaikan dengan kebutuhan jamaah agar mereka benar-benar siap secara fisik dan mental menuju kondisi istitoah.



 



Selama satu bulan terakhir, Mahasiswa KKM FKIK UIN Malang melakukan program monitoring kesehatan calon jamaah haji melalui pemeriksaan rutin setiap minggunya. Pemeriksaan kesehatan yang dilakukan meliputi pengecekan gula darah, asam urat, kolesterol, serta tanda-tanda vital (TTV) seperti tekanan darah. Selain itu, mahasiswa KKM FKIK UIN Malang juga melakukan skrining sederhana fungsi kognitif untuk mendeteksi demensia terutama pada jamaah lanjut usia.



 



Selain monitoring kesehatan, mahasiswa KKM FKIK UIN Malang memberikan edukasi gaya hidup sehat. Edukasi tersebut mencakup pengaturan pola makan seimbang, pembatasan konsumsi gula, garam, makanan berlemak, serta penekanan pentingnya berolahraga secara teratur untuk mendukung kesiapan fisik calon jamaah haji selama di Tanah suci. Sebagai bentuk pendampingan berkelanjutan, mahasiswa memperkenalkan journaling book yaitu pencatatan sederhana aktivitas fisik harian. Journaling ini bertujuan membantu calon jamaah haji memantau perkembangan kebugaran secara mandiri sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya konsistensi aktivitas fisik. 



 



Untuk mendukung kebugaran fisik, mahasiswa juga menginisiasi program jalan kaki sejauh enam kilometer yang dilakukan secara bertahap dan disesuaikan dengan kemampuan masing-masing jamaah. Program ini dirancang untuk melatih stamina agar jamaah lebih siap menghadapi aktivitas ibadah haji yang menuntut kekuatan fisik tinggi.



Ketua Unit Keunggulan FKIK UIN Malang, dr. Tias Pramesti Griana, M.Biomed, menjelaskan bahwa pendampingan calon jamaah haji dilandasi oleh nilai keikhlasan dalam membantu jamaah mencapai istitoah. Ia juga menegaskan komitmen FKIK UIN Malang untuk terus mengembangkan program pendampingan ini agar ke depan dapat menjadi standar nasional melalui kerja sama dengan Kementerian Haji dan Umrah, Kementerian Agama, serta Pemerintah Provinsi.



Sementara itu, Ketua HIPE KKM FKIK Tahun 2025/2026, Larasati Sekar Kinasih, M.Gz, menyampaikan bahwa program pendampingan kesehatan ini merupakan salah satu strategi FKIK UIN Malang dalam memperkuat kesiapan fisik dan mental calon jamaah haji sejak sebelum keberangkatan. Pendekatan preventif melalui KKM diharapkan dapat berkontribusi dalam menekan risiko gangguan kesehatan hingga kematian jamaah haji di Tanah Suci akibat kondisi tidak istitoah.



Melalui rangkaian kegiatan tersebut, mahasiswa KKM FKIK UIN Malang berharap calon jamaah haji Kota Batu dapat menjalani ibadah haji dengan lebih aman, mandiri, dan optimal sesuai dengan standar istitoah kesehatan yang telah ditetapkan pemerintah.