Selama pelaksanaan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) di Karanganmloko, Kota Batu, saya belajar bahwa persiapan ibadah haji tidak hanya berbicara tentang kesiapan spiritual, tetapi juga kesiapan fisik yang sering kali luput dari perhatian. Melalui program SMART-MED HAJI, kami melakukan pendampingan kesehatan kepada calon jemaah haji dengan penyakit kronis sebagai upaya mendukung tercapainya istithaah kesehatan.
Ibadah haji menuntut aktivitas fisik yang tidak ringan. Berjalan jauh, berdiri lama, kepadatan jemaah, serta kondisi iklim yang ekstrem menjadi tantangan tersendiri bagi calon jemaah haji. Di lapangan, saya bertemu langsung dengan calon jemaah haji yang memiliki riwayat hipertensi dan hiperurisemia, dua kondisi yang sering dianggap sepele, tetapi berpotensi menimbulkan masalah bila tidak terkontrol dengan baik.
Pendampingan yang kami lakukan tidak hanya sebatas pemeriksaan kesehatan. Kami juga mendampingi calon jemaah haji dalam memahami kondisi kesehatannya, pentingnya kepatuhan minum obat, serta kebiasaan hidup sehat yang dapat dilakukan sehari-hari. Dari proses ini, saya menyadari bahwa edukasi sederhana dan komunikasi yang baik memiliki peran besar dalam meningkatkan kesadaran kesehatan.
Pengalaman KKM ini menjadi pengingat bagi saya bahwa pendekatan kesehatan di masyarakat harus dilakukan secara berkelanjutan dan humanis. SMART-MED HAJI bukan hanya sebuah program, tetapi menjadi sarana pembelajaran bagi kami sebagai mahasiswa untuk melihat kesehatan dari sudut pandang yang lebih utuh bahwa menjaga kesehatan adalah bagian dari ikhtiar agar ibadah dapat dijalankan dengan sebaik-baiknya.