3 months ago

"Mahasiswa KKM UIN Malang Bantu Panen Telur, Rasakan Pengalaman Langka di Dusun Klagen, Desa Tajinan"

Header Image
AHNAF TSAQIF KUMARA MAHARDIKA

230501110272 • KKM Reguler Semester Ganjil • G.96

Pada Jumat, 26 Desember 2025, sebagai wujud nyata pengabdian dengan tema "Berdampak dan Bergerak", mahasiswa KKM UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Kelompok 96 menunjukkan komitmennya tak hanya melalui program utama yang terstruktur. Mereka memilih untuk terjun langsung ke jantung aktivitas ekonomi warga dengan menyambangi peternakan ayam di Dusun Klagen, Desa Tajinan. Di sana, mereka tak sekadar observasi, tetapi aktif membantu proses panen telur, sebuah kegiatan harian yang menjadi roda penggerak perekonomian beberapa keluarga setempat. 



 



Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa esensi pengabdian masyarakat dapat diwujudkan melalui pendekatan yang sederhana namun langsung menyentuh kebutuhan riil. Dibandingkan hanya menyusun proposal atau memberikan penyuluhan teoritis, aksi langsung seperti ini justru membuka ruang interaksi yang lebih cair dan bermakna. Mahasiswa belajar bahwa pengabdian bukanlah tentang proyek besar, tetapi tentang kehadiran, ketulusan, dan kontribusi tenaga serta perhatian pada hal-hal yang dianggap rutin oleh warga, namun sebenarnya sangat vital bagi keberlangsungan hidup mereka.



 



Antusiasme dan apresiasi pun datang dari pemilik usaha peternakan. Mereka menyambut dengan hangat kehadiran para mahasiswa KKM yang dengan sukarela menyempatkan waktu membantu kegiatan panen telur yang padat. Keterlibatan para pemuda-pemudi ini dinilai memberikan kontribusi positif yang nyata. Di satu sisi, kehadiran mereka meringankan beban kerja harian, mempercepat proses yang biasanya dikerjakan sendirian atau oleh tenaga terbatas. Di sisi lain, lebih dari itu, tindakan ini dirasakan sebagai wujud perhatian dan kepedulian yang tulus dari generasi muda terdidik terhadap mata pencaharian dan usaha mikro masyarakat desa, menumbuhkan rasa bahwa kegiatan mereka dihargai.



Berbeda jauh dengan rutinitas kampus yang sarat teori, suasana di balik kandang ayam Dusun Klagen menawarkan kurikulum praktik yang tak ternilai harganya. Seluruh rangkaian kegiatan mereka lakukan dengan penuh semangat, tetap mengikuti arahan dan protokol dari pemilik usaha agar proses berjalan lancar dan sesuai standar. Pengalaman sensorik seperti suara, bau, dan tekstur menjadi bagian dari pembelajaran yang tak terlupakan.



 



Partisipasi di hari Jumat itu manfaatnya melampaui sekadar bantuan tenaga fisik. Interaksi intens yang terjalin selama kegiatan berlangsung dari obrolan ringan, tanya jawab tentang peternakan, hingga canda tawa berhasil menciptakan dinamika komunikasi yang lebih baik dan alami. Dari situlah tumbuh rasa kebersamaan, kesetaraan, dan saling menghargai antara mahasiswa pendatang dengan warga lokal. Ini adalah fondasi sosial yang penting untuk membangun trust dan keberlanjutan hubungan.



 



Jika dibandingkan dengan program pengabdian yang bersifat seremonial atau satu arah seperti seminar atau pemberian bantuan secara simbolis, pendekatan partisipatif dan langsung seperti ini memiliki keunggulan yang nyata. Metode "turun tangan" terbukti lebih efektif dalam menanamkan rasa saling percaya, karena menunjukkan kesediaan untuk merasakan, belajar, dan berkeringat bersama. Pendekatan ini meninggalkan kesan yang lebih dalam dan personal bagi kedua belah pihak. 



 



Melalui aksi-aksi nyata dan membumi seperti di Dusun Klagen ini, tema "Berdampak dan Bergerak" benar-benar menemukan napas dan wujudnya. Mahasiswa pulang membawa lebih dari sekadar laporan; mereka membawa memori, pelajaran hidup tentang kerja keras, ketelitian, dan nilai sebuah proses, serta hubungan manusiawi yang hangat. Dampak positif semacam inilah yang diharapkan terus bergulir, menciptakan ripple effect bagi pengabdian pengabdian berikutnya.