Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang melaksanakan kegiatan sosialisasi anti-bullying di SD Negeri 1 Dawuhan dan MI Miftahul Ulum Dawuhan, Kecamatan Poncokusumo, sebagai bagian dari komitmen dalam mendukung terciptanya lingkungan pendidikan yang aman, ramah anak, dan berkarakter.
Kegiatan ini mengusung materi edukatif yang menekankan pemahaman dasar tentang pengertian bullying, jenis-jenis bullying—baik fisik, verbal, sosial, maupun siber—serta dampak yang ditimbulkan terhadap kondisi psikologis dan perkembangan sosial anak. Penyampaian materi dikemas secara komunikatif dan interaktif melalui diskusi, tanya jawab, serta aktivitas ringan yang mendorong partisipasi aktif para siswa.
Antusiasme siswa terlihat sejak awal kegiatan, di mana mereka tidak hanya menyimak materi, tetapi juga berani mengungkapkan pengalaman dan perasaan mereka terkait pergaulan di sekolah. Suasana kelas yang hangat dan dialogis menjadi ruang yang aman bagi anak-anak untuk belajar tentang empati, saling menghargai, serta pentingnya membangun pertemanan yang sehat dan inklusif.
Pihak sekolah menyampaikan apresiasi atas inisiatif mahasiswa KKM UIN Malang. Berdasarkan informasi dari para guru di kedua sekolah, pasca kegiatan sosialisasi mulai terlihat penurunan laporan siswa yang menangis atau merasa tertekan akibat ejekan maupun perilaku perundungan dari teman sebaya. Hal ini menunjukkan bahwa edukasi yang diberikan memberikan dampak positif dalam meningkatkan kesadaran dan kepedulian siswa terhadap sesama.
Koordinator kegiatan menegaskan bahwa sosialisasi ini tidak hanya bertujuan memberikan pengetahuan, tetapi juga menanamkan nilai-nilai karakter, seperti empati, keberanian untuk melapor, dan tanggung jawab sosial. “Kami berharap anak-anak tidak hanya memahami apa itu bullying, tetapi juga mampu menjadi pelopor dalam menciptakan suasana sekolah yang aman, nyaman, dan penuh rasa saling menghormati,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKM UIN Malang berharap dapat terus berkontribusi dalam mendukung dunia pendidikan dasar, sekaligus memperkuat sinergi antara perguruan tinggi, sekolah, dan masyarakat dalam membentuk generasi muda yang berakhlak, berdaya, dan berkepribadian luhur.