3 months ago

Mahasiswa KKM UIN Malang Kelompok 187 (Nagara wirya) Lakukan Kunjungan UMKM ke Peternak Ayam Petelur Desa Dawuhan

Header Image
AHMAD MUKHTAR RIFA`I

230607110017 • KKM Mandiri • G.0

Mahasiswa KKM UIN Malang Kelompok 187 (Nagara wirya) Lakukan Kunjungan UMKM ke Peternak Ayam Petelur Desa Dawuhan



Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Kelompok 187 (Nagara Wirya) Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang melaksanakan kunjungan edukatif ke salah satu pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di bidang peternakan ayam petelur yang berlokasi di Desa Dawuhan, Kecamatan Poncokusumo. Kegiatan ini bertujuan untuk memperluas wawasan mahasiswa serta masyarakat mengenai pengelolaan usaha peternakan yang berkelanjutan, profesional, dan didukung oleh manajemen keuangan yang sehat.



Peternakan tersebut dikelola oleh seorang pelaku UMKM yang akrab disapa Bu Tini. Usaha ini dirintis sejak tahun 2014 dengan jumlah awal 600 ekor ayam petelur. Berkat konsistensi dalam pengelolaan dan penerapan strategi usaha yang terencana, jumlah ternak terus berkembang hingga kini mencapai lebih dari 7.600 ekor ayam petelur jenis Platinum (6.000 ekor + 1.600 ekor).



Dalam sesi diskusi, Bu Tini menjelaskan bahwa sistem pengelolaan keuangan diterapkan secara disiplin dan transparan. Salah satu metode yang digunakan adalah sistem “gaji berbasis produksi”, yakni peningkatan pendapatan yang sejalan dengan bertambahnya jumlah telur yang dihasilkan. Pola ini dinilai efektif dalam menjaga motivasi serta memastikan keberlanjutan usaha. Menariknya, seluruh operasional peternakan dikelola secara mandiri oleh Bu Tini bersama satu anggota keluarganya tanpa melibatkan tenaga kerja tambahan.



Dari aspek pengelolaan limbah, peternakan ini menunjukkan komitmen terhadap kelestarian lingkungan. Kotoran ayam tidak diperjualbelikan, tetapi dimanfaatkan dan dibagikan kepada masyarakat sekitar sebagai pupuk organik. Meskipun terdapat permintaan dari pihak pabrik, Bu Tini memilih untuk menolaknya agar manfaatnya tetap dirasakan langsung oleh warga sekitar.



Bu Tini juga menegaskan bahwa keberlangsungan usahanya sangat bergantung pada manajemen keuangan yang tertata dengan baik. Bahkan saat terjadi kenaikan harga pakan maupun fluktuasi harga telur di pasaran, usaha ini tetap mampu bertahan tanpa mengalami tekanan finansial yang berarti. Untuk memulai usaha, modal awal yang dibutuhkan diperkirakan sekitar Rp220 juta per 1.000 ekor ayam, dengan kebutuhan pakan harian per 1.000 ekor mencapai kurang lebih Rp950.000.



Dalam menjaga kesehatan ternak, peternakan ini menerapkan jadwal vaksinasi secara teratur dan berkelanjutan. Ayam diberikan vaksin pada usia 3 hari, 5 hari, dan 1 minggu, kemudian dilanjutkan vaksin mingguan hingga usia 7 bulan. Setelah itu, vaksinasi rutin dilakukan setiap bulan. Biaya vaksinasi berkisar sekitar Rp800.000 per 1.000 ekor ayam, dengan beberapa jenis vaksin memiliki harga yang relatif lebih rendah.



Kunjungan ini menjadi media pembelajaran langsung bagi mahasiswa KKM Kelompok 187 “Nagara Wirya” UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dalam memahami praktik usaha peternakan yang menekankan perencanaan modal yang matang, efisiensi operasional, serta tanggung jawab sosial dan lingkungan. Mahasiswa diharapkan mampu menginternalisasi nilai-nilai kewirausahaan tersebut sebagai bekal dalam mengembangkan potensi UMKM di masyarakat.



Melalui kegiatan ini, diharapkan terjalin sinergi yang semakin kuat antara dunia akademik dan pelaku usaha lokal dalam mendorong pertumbuhan ekonomi desa yang mandiri, kompetitif, dan berkelanjutan.