12 months ago

Mahasiswa KKM UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Berkolaborasi dengan PR IPNU-IPPNU Desa Peganden dalam Memperingati Haul Raden Mas Joko Soengkono

Header Image
LUNA AZALIA YUSRI FILZA

220104110132 • KKM MBKM & Pengabdian Lain • G.304

Gresik, 2025 — Dalam rangka memeriahkan Haul Raden Mas Joko Soengkono di Desa Peganden, mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang (UIN Malang) berkolaborasi dengan organisasi kepemudaan IPNU-IPPNU Desa Peganden untuk menyelenggarakan sebuah kegiatan yang unik dan inspiratif bertajuk “Café PR IPNU-IPPNU Desa Peganden x KKM UIN Malang”.



Bertempat di aula desa yang disulap menjadi ruang diskusi bernuansa santai, Café PR IPNU-IPPNU Desa Peganden x KKM UIN Malang berhasil menjadi ajang silaturahmi lintas generasi sekaligus wadah refleksi nilai-nilai spiritual dan sosial yang diwariskan oleh para pendahulu. Tak hanya sebagai bentuk penghormatan terhadap tokoh agama dan budaya lokal, kegiatan ini juga menjadi ruang kreatif yang menyatukan semangat pemuda dalam memperkuat identitas religius dan kebangsaan. Café PR IPNU-IPPNU Desa Peganden x KKM UIN Malang dikemas dalam format diskusi interaktif dan penuh kehangatan. Topik yang diangkat meliputi peran pemuda dalam menjaga warisan spiritual, penguatan kolaborasi antar organisasi pemuda, hingga tantangan dan peluang pemuda desa dalam menghidupkan kegiatan sosial-keagamaan yang inklusif dan progresif.



Salah satu mahasiswa KKM UIN Malang menyampaikan, “Kami merasa bangga dapat berkolaborasi dengan IPNU-IPPNU dalam pelaksanaan kegiatan ini. Momen ini menjadi kesempatan berharga bagi kami untuk belajar, berkontribusi, dan tumbuh bersama masyarakat Desa Peganden.”



Keikutsertaan para mahasiswa tidak sekadar sebagai panitia pelaksana, melainkan juga sebagai fasilitator diskusi dan penggerak semangat perubahan. Kolaborasi ini menunjukkan bagaimana generasi muda bisa menjadi agen perubahan yang tetap berpijak pada akar nilai-nilai lokal dan keagamaan. Menurut Ketua PR IPNU-IPPNU Desa Peganden, kegiatan ini menjadi angin segar dalam pengembangan kegiatan pemuda berbasis budaya dan spiritualitas. “Dengan adanya Café PR IPNU-IPPNU Desa Peganden x KKM UIN Malang, kami bisa menjangkau pemuda-pemuda yang selama ini mungkin merasa jauh dari kegiatan haul yang biasanya bersifat formal. Ini lebih cair, lebih santai, tapi tetap sarat makna,” ujarnya



Selain diskusi, acara juga dimeriahkan dengan penampilan seni Islami dari remaja desa dan bazar kecil yang menampilkan produk UMKM lokal, memperkuat nilai pemberdayaan ekonomi dalam kerangka spiritualitas dan kebudayaan.



Café PR IPNU-IPPNU Desa Peganden x KKM UIN Malang menjadi bukti nyata bahwa haul bukan hanya seremonial tahunan, tetapi bisa dihidupkan menjadi ruang dinamis yang menyatukan tradisi, inovasi, dan kolaborasi antar generasi. Semangat moderasi beragama, pemberdayaan komunitas, dan kepedulian sosial menjadi benang merah yang menjiwai seluruh rangkaian kegiatan.



Kegiatan ini pun diharapkan dapat menjadi model inspiratif bagi desa-desa lain di Indonesia, untuk mengemas kegiatan keagamaan menjadi lebih dekat dengan generasi muda, tanpa menghilangkan esensi nilai spiritual dan budaya lokal.