Menjelang penghujung tahun 2025, mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang yang melaksanakan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) di Dusun Besuki, Desa Wringinanom, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang, turut berperan aktif dalam kegiatan keagamaan bersama masyarakat setempat.
Setelah kegiatan KKM resmi dibuka pada Kamis, 25 Desember 2025, di Balai Desa Wringinanom, mahasiswa KKM Kelompok 23 Armonia bersinergi dengan warga RT 24 Dusun Besuki menggelar Pengajian Umum dalam rangka memperingati Isra' Mi'raj Nabi Muhammad SAW.
Ketua RT 24 Dusun Besuki, Isnan, menjelaskan bahwa pengajian tersebut merupakan hasil musyawarah warga.
"Pengajian umum ini diselenggarakan oleh RT 24 sebagai pengganti kemeriahan peringatan 17 Agustus yang dialihkan ke peringatan Isra' Mi'raj pada akhir tahun. Keputusan ini merupakan hasil kesepakatan bersama warga RT 24," ujar Isnan.
Rangkaian kegiatan dimulai dengan kerja bakti pada Minggu, 28 Desember 2025. Mahasiswa KKM bersama warga membersihkan lingkungan dan menata area yang akan digunakan sebagai lokasi pengajian. Sinergi antara mahasiswa dan masyarakat tampak terbangun dengan baik dan terkoordinasi secara rapi.
Pada Selasa pagi, 30 Desember 2025, mahasiswa KKM dan warga kembali bergotong royong menyiapkan keperluan acara, mulai dari penataan lokasi, pembuatan makanan ringan, hingga dekorasi panggung. Menjelang siang hari, sebelum acara inti dimulai, RT 24 turut menghadirkan berbagai penampilan hiburan, di antaranya drumband dari siswa SMP setempat, drumband SMK, serta pertunjukan Pencak Sakera dari paguyuban Kecamatan Poncokusumo.
Antusiasme masyarakat semakin terlihat pada puncak acara, yakni Pengajian Umum Peringatan Isra' Mi'raj Nabi Muhammad SAW. Jamaah yang hadir tidak hanya berasal dari Dusun Besuki, tetapi juga dari wilayah sekitar. Kehadiran KH. Marzuki Mustamar sebagai penceramah utama semakin menambah daya tarik acara tersebut.
Dalam tausiyahnya, KH. Marzuki Mustamar menekankan kemuliaan dan keotentikan Al-Qur'an sebagai mukjizat terbesar Nabi Muhammad SAW.
"Al-Qur'an hingga kapan pun tidak dapat dipalsukan. Berbeda dengan kitab suci agama lain yang memiliki banyak versi dan bahasa, Al-Qur'an dihafalkan oleh jutaan umat Islam di seluruh dunia. Perubahan satu kata saja akan segera diketahui. Inilah salah satu bentuk kemukjizatan Al-Qur'an," tutur KH. Marzuki Mustamar.
Pengajian umum ini menjadi wujud nyata kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat dalam memperkuat nilai-nilai keagamaan sekaligus mempererat kebersamaan sosial di Dusun Besuki.