Malam pergantian tahun di Dusun Kembang tahun ini terasa berbeda dari biasanya. Bukan suara petasan atau pesta kembang api yang mendominasi, melainkan lantunan Maulid Diba' yang menggema di Masjid Roudlotus Sholihin. Acara ini merupakan kolaborasi antara Majlis Diba' Kembang dan anggota KKM Anantaka 115, yang berhasil menciptakan suasana penuh kekhusyukan dan kebersamaan. Acara ini menjadi yang pertama kali diadakan di Dusun Kembang dan mendapat dukungan penuh dari berbagai pihak, mulai dari ibu-ibu Fatayat, Muslimat, hingga jajaran Ta'mir Masjid. Berkat kerja sama yang solid, kegiatan ini dapat berjalan lancar dan memberikan warna baru dalam menyambut tahun yang baru. Drs. Subali, selaku kepala Ta'mir Masjid, menyampaikan harapannya agar kegiatan ini bisa menjadi tradisi tahunan yang tidak hanya menghibur, tetapi juga tetap bernilai islami.
Salah satu momen yang paling ditunggu dalam acara ini adalah mauidhoh hasanah dari Gus Nur Aziz. Bertepatan dengan malam pergantian tahun yang sekaligus memasuki bulan Rajab, beliau mengingatkan para jamaah akan keutamaan bulan yang penuh kemuliaan ini. Persiapan acara ini sudah dimulai sejak pagi hari dengan semangat gotong-royong. Warga Dusun Kembang bersama anggota KKM Anantaka 115 bahu-membahu menyembelih bebek, memasak, dan menyiapkan tumpeng sebagai bagian dari tradisi tasyakuran. Puncaknya, momen makan bersama menjadi penutup yang penuh kehangatan, di mana seluruh warga berkumpul dengan penuh rasa syukur.
Perayaan malam tahun baru di Dusun Kembang, Desa Purwoasri, Kecamatan Singosari, Malang ini membuktikan bahwa pergantian tahun bisa dirayakan dengan cara yang lebih bermakna. Tidak hanya memberikan hiburan, tetapi juga mengandung nilai-nilai spiritual dan kebersamaan. Warga berharap kegiatan ini dapat terus berlanjut dan menjadi agenda tahunan yang ditunggu-tunggu. Dengan adanya kegiatan seperti ini, malam tahun baru tidak hanya menjadi ajang perayaan semata, tetapi juga menjadi waktu untuk merenung, bersyukur, dan mempererat tali silaturahmi antarwarga. Semoga ke depannya, lebih banyak daerah yang mengadopsi konsep perayaan serupa, menggabungkan nilai keislaman dengan kebersamaan yang erat.