2 months ago

Masjid Al Iksan Jadi Pusat Edukasi Keluarga Lewat Program Family Corner UIN Malang

Header Image
AHMAD FAIQ FARDANI

230201110033 • KKM Reguler Semester Ganjil • G.118

MALANGRAYA.CO- Upaya memperkuat ketahanan keluarga terus didorong melalui pengembangan program Family Corner berbasis masjid. Takmir Masjid Al Iksan Gadang, Kota Malang, menggelar kegiatan penguatan kapasitas pengelola Family Corner, pada Sabtu (10/1/2026), sebagai langkah memperluas peran masjid dalam pelayanan sosial dan pembinaan keluarga. Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Ketua Takmir Masjid Al Iksan, H. Moh. Zaini, yang menegaskan bahwa masjid memiliki potensi strategis sebagai pusat layanan keluarga apabila dikelola secara terencana dan kolaboratif. “Saya mendukung penuh kegiatan ini. Terima kasih kepada narasumber, Dr. Miftah dari Fakultas Syariah, yang akan berbagi wawasan dan informasi baru bagi pengurus Family Corner Masjid Al Iksan,” ujarnya. Penguatan kapasitas ini merupakan hasil kolaborasi antara mahasiswa KKM Kelompok Pradipaloka 118 UIN Malangdengan pengurus Masjid Al Iksan. Seluruh pengelola Family Corner turut dilibatkan bersama mahasiswa KKM sebagai upaya menghidupkan kembali peran masjid dalam membangun ketahanan keluarga di tengah masyarakat.



Ketua Family Corner Masjid Al Iksan, Ustadz Sya’roni, mengapresiasi inisiatif mahasiswa KKM yang dinilainya mampu membangkitkan kembali semangat pengurus yang sempat vakum. “Saya berterima kasih kepada mahasiswa KKM UIN Malang yang telah menggagas kegiatan ini. Mudah-mudahan pengurus Family Corner semakin aktif, dan remaja masjid juga kembali giat beraktivitas di masjid,” ungkapnya. Kegiatan bertema “Masjid sebagai Model Edukasi Keluarga Berkelanjutan” tersebut menghadirkan Dr. H. Miftahul Huda, dosen Fakultas Syariah UIN Maulana Malik Ibrahim Malang sekaligus fasilitator Bimbingan Perkawinan Kementerian Agama. Dalam pemaparannya, Dr. Miftah menekankan bahwa fungsi masjid tidak sebatas sebagai tempat ibadah ritual, melainkan juga pusat solusi berbagai persoalan sosial, khususnya keluarga.



“Banyak persoalan keluarga muncul di masyarakat. Di sinilah masjid seharusnya hadir sebagai pusat solusi dan pendampingan,” tegasnya. Ia menjelaskan, layanan Family Corner bersifat terbuka dan dapat dimanfaatkan oleh seluruh masyarakat, tidak terbatas pada jamaah masjid. “Siapa pun yang membutuhkan konsultasi atau pendampingan keluarga dapat memanfaatkan Family Corner, termasuk masyarakat di luar jamaah,” tambahnya. Menurutnya, keberadaan Family Corner menjadikan masjid lebih hidup, fungsional, serta mampu meningkatkan partisipasi jamaah lintas usia. Letak Masjid Al Iksan yang strategis di jalur lintas kabupaten juga dinilai mendukung optimalisasi layanan tersebut.



Program ini diharapkan dapat menekan konflik keluarga dan angka perceraian, sekaligus membangun lingkungan sosial yang religius dan sehat. “Program Family Corner mendapat dukungan empat pilar utama, yakni Pemerintah Kota Malang, Kementerian Agama, Dewan Masjid Indonesia (DMI), serta akademisi dari UIN Maulana Malik Ibrahim Malang,” jelas Dr. Miftah. Ia pun berpesan agar para pengurus takmir, khususnya pengelola Family Corner, mampu memanfaatkan momentum ini untuk memperkuat jejaring dan kerja sama. “Pengurus perlu saling berbagi, saling menguatkan, serta mendukung program kerja agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” pungkasnya.