Masjid sejak masa Rasulullah ﷺ tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat pendidikan, pembinaan umat, dan ruang interaksi sosial masyarakat. Namun dalam realitas hari ini, fungsi masjid di banyak tempat cenderung menyempit hanya sebagai ruang ritual keagamaan. Aktivitas ibadah berlangsung, tetapi interaksi edukatif keluarga di lingkungan masjid masih sangat minim.
Berangkat dari realitas tersebut, mahasiswa KKM 09 UIN Malang melihat adanya potensi besar Masjid An-Nur untuk dikembangkan bukan hanya sebagai tempat shalat berjamaah, tetapi sebagai pusat literasi keluarga. Ide ini kemudian diwujudkan melalui pengembangan Family Corner, yaitu ruang di masjid yang dirancang sebagai tempat interaksi edukatif antara orang tua, anak, dan remaja melalui budaya membaca.
Sebagai langkah awal menghidupkan Family Corner tersebut, mahasiswa KKM menginisiasi pembentukan Pojok Baca An-Nur. Melalui gerakan donasi buku yang melibatkan berbagai pihak, berhasil dihimpun sebanyak 290 buku bacaan yang terdiri dari buku anak, pengetahuan umum, kisah islami, dan bacaan edukatif lainnya. Buku-buku ini kemudian ditata di sudut masjid yang mudah dijangkau oleh anak-anak dan jamaah. Menariknya, tim KKM menerapkan konsep "jemput bola" dengan mendatangi langsung rumah-rumah warga untuk mengambil buku yang didonasikan, sehingga memudahkan masyarakat dalam berkontribusi sekaligus mempererat tali silaturahmi antara mahasiswa dan penduduk sekitar.
"Kami ingin memastikan bahwa akses berbagi itu mudah. Dengan mendatangi warga satu per satu, kami juga bisa menjalin silaturahmi yang lebih erat sekaligus menjelaskan manfaat dari hadirnya Pojok Baca ini di Masjid An-Nur," ujar ketua KKN Karsanawasena
Namun, Pojok Baca ini bukan sekadar rak buku yang diletakkan di sudut masjid. Ia dirancang sebagai embrio Family Corner — ruang yang mendorong terjadinya interaksi literasi di lingkungan masjid. Anak-anak yang datang mengaji dapat membaca sebelum atau sesudah kegiatan, orang tua yang menunggu dapat ikut membaca atau mendampingi anaknya, dan remaja masjid memiliki ruang alternatif kegiatan positif.
Literasi yang dibangun bukan hanya bertujuan meningkatkan minat baca anak, tetapi menciptakan kebiasaan literasi dalam keluarga. Masjid menjadi titik temu di mana aktivitas ibadah bertemu dengan aktivitas edukasi keluarga. Orang tua tidak hanya mengantar anak mengaji, tetapi ikut terlibat dalam ekosistem belajar yang tercipta di masjid.
Konsep Family Corner ini memperlihatkan bahwa masjid memiliki potensi besar sebagai pusat pembinaan keluarga berbasis komunitas. Dengan adanya Pojok Baca, masjid perlahan dikembalikan pada fungsi peradabannya: tempat ibadah, tempat belajar, dan tempat tumbuhnya budaya ilmu di tengah masyarakat.
Inisiatif sederhana ini menunjukkan bahwa penguatan fungsi masjid tidak selalu membutuhkan program besar, tetapi dapat dimulai dari langkah kecil yang berdampak, seperti menyediakan ruang literasi keluarga. Pojok Baca An-Nur menjadi bukti bahwa ketika masjid diberi ruang untuk menjalankan fungsi edukatifnya, maka ia mampu menjadi pusat pembinaan keluarga di lingkungan masyarakat
Melalui program ini, mahasiswa KKM 09 UIN Malang berharap Family Corner di Masjid An-Nur dapat terus dikembangkan dan dikelola oleh takmir masjid serta masyarakat setempat, sehingga budaya literasi keluarga di lingkungan masjid dapat terus tumbuh secara berkelanjutan.
Karena pada akhirnya, masjid yang hidup bukan hanya masjid yang ramai oleh jamaah shalat, tetapi juga masjid yang ramai oleh aktivitas belajar, membaca, dan tumbuhnya budaya ilmu di tengah keluarga-keluarga muslim.