3 months ago

Membangun Clean Fire Project : Upaya KKM Arsana Muda Menghadirkan Teknik Pembakaran Sampah Minim Asap di Dusun Genderan Konten ini telah tayang di Kompasiana.com dengan judul "Membangun Clean Fire Project : Upaya KKM Arsana Muda Menghadirkan Teknik Pe

Header Image
LAILATUL FITRI FAJARIYAH

230602110011 • KKM Unggulan Fakultatif • G.248

Permasalahan sampah masih menjadi tantangan nyata di berbagai wilayah pedesaan, termasuk di Dusun Genderan, Desa Sukodadi, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang. Salah satu cara pengelolaan sampah yang masih sering dilakukan oleh masyarakat adalah pembakaran terbuka. Praktik ini memang dianggap cepat dan praktis, namun di sisi lain menimbulkan asap pekat yang berdampak buruk bagi kesehatan serta mencemari lingkungan sekitar.



Melihat kondisi tersebut, mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Arsana Muda menjadikan isu pengelolaan sampah sebagai fokus utama program kerja. Salah satu program unggulan yang dirancang dan direalisasikan adalah CLEAN FIRE PROJECT: Teknik Pembakaran Sampah Minim Asap untuk Desa Berdaya. Program ini menitikberatkan pada pembangunan alat pembakaran sampah berbasis teknologi sederhana berupa kompor roket atau insinerator sederhana, yang dirancang agar mudah digunakan dan dapat diterapkan secara mandiri oleh masyarakat.



Tahap awal pelaksanaan program dimulai dengan pengamatan langsung terhadap kebiasaan masyarakat dalam pengelolaan sampah. Pembakaran sampah secara terbuka tanpa kontrol udara menyebabkan asap tebal, pembakaran tidak sempurna, serta berpotensi mengganggu kesehatan pernapasan warga. Dari permasalahan tersebut, mahasiswa KKM Arsana Muda merancang solusi berupa alat pembakaran minim asap yang efisien, murah, dan sesuai dengan kondisi lingkungan desa. Alat ini dirancang dengan prinsip pembakaran bertingkat dan aliran udara terkontrol, sehingga gas sisa pembakaran dapat dibakar ulang sebelum dilepaskan ke udara. Dengan metode ini, asap yang dihasilkan jauh lebih sedikit dibandingkan pembakaran konvensional.



Proses Pembuatan Alat Pembakaran Minim Asap



Pembuatan alat baking minim asap dilakukan secara bertahap dan melibatkan diskusi internal tim KKM Arsana Muda. Bahan yang digunakan pun dipilih dari bahan yang mudah ditemukan, seperti bata ringan (hebel), semen, serta pipa sebagai cerobong.



Struktur alat terdiri dari beberapa bagian utama. Ruang pembakaran primer berfungsi sebagai tempat memasukkan bahan bakar berupa sampah organik kering atau mengomel. Selain itu terdapat saluran udara masuk (air intake) yang berperan sebagai pengatur suplai oksigen agar api tetap stabil. Bagian terpenting dari alat ini adalah ruang pembakaran sekunder atau riser vertikal, yang memungkinkan sisa gas pembakaran terbakar kembali sehingga asap dapat diminimalkan.



Untuk menjaga suhu tetap tinggi dan stabil, dinding alat dilapisi bata ringan sebagai isolator panas. Suhu tinggi inilah yang menjadi kunci pembakaran lebih sempurna. Terakhir, asap yang tersisa dialirkan melalui cerobong asap, sehingga tidak langsung menyebar ke sekitar pengguna.



Selama proses pembangunan, siswa bekerja secara gotong royong, mulai dari penyusunan bata, pencampuran semen, hingga penyesuaian bentuk alat agar sesuai dengan prinsip draft effect. Proses ini menjadi sarana pembelajaran langsung bagi siswa tentang penerapan teknologi yang tepat guna yang sederhana namun berdampak besar.



Clean Fire Project sebagai sarana pemberdayaan



Pembangunan alat pembakaran minim asap ini tidak hanya bertujuan menghasilkan satu unit alat, tetapi juga sebagai langkah awal perubahan pola pikir masyarakat terhadap pengelolaan sampah. Melalui Clean Fire Project, mahasiswa KKM Arsana Muda ingin menunjukkan bahwa solusi lingkungan tidak selalu harus mahal atau rumit.



Alat yang dibangun dirancang agar mudah direplikasi dan dirawat oleh masyarakat. Dengan demikian, setelah program KKM berakhir, masyarakat Dusun Genderan diharapkan mampu mengembangkan dan memanfaatkan teknologi ini secara mandiri sebagai alternatif pembakaran sampah yang lebih aman dan ramah lingkungan.



Program ini juga menjadi bentuk nyata kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang lebih sehat. Clean Fire Project membuktikan bahwa pendekatan edukatif yang disertai praktik langsung mampu menjadi jalan menuju desa yang lebih berdaya dan peduli lingkungan.