Program KKM kelompok 104 dan 174 Reguler UIN Maulana Malik Ibrahim Malang yang dilaksanakan
oleh mahasiswa-mahasiswi semester 5 dan telah dibuka pada tanggal 20 Desember 2024 mendapatkan
sambutan yang baik dari masyarakatnya.
Pada hari jum’at, 17 Januari 2025, kelompok 174 dan 104 bersinergi dengan perangkat dusun dan
pengurus pkk untuk menyiapkan acara sosialisasi parenting dan stunting. Sosialisasi parenting dan
stunting ini di laksanakan gedung balai dusun Sebaluh,Acara tersebut dilaksanakan pada pukul 12.30
siang.
Anggota mahasiswi KKM 104 dan 174 dibagi dalam beberapa tempat diantaranya pada pengisian nama
dan data diri ibu-ibu muda dan ibu-ibu pkk se dusun Sebaluh. Belakangan stunting sedang hangat
diperbincangkan banyak orang, khususnya para ibu. Berdasarkan WHO, stunting adalah gangguan
tumbuh kembang anak yang disebabkan kekurangan asupan gizi, terserang infeksi, maupun stimulasi
yang tak memadai.
Kekurangan asupan gizi pada 1000 hari pertama kehidupan (HPK) akan berdampak Panjang bagi
pertumbuhan dan perkembangan anak, salah satu resiko yang akan dihadapi yaitu stunting. Ketika
dewasa, anak stunting rentan terhadap serangan penyakit tidak menular seperti jantung, stroke, diabetes,
ataupun gagal ginjal, Selain factor gizi, stunting disebabkan karena kurangnya pengetahuan masyarakat
terutama, ibu hamil, ibu balita dan kader posyandu tentang stunting. Tujuan kegiatan pengabdian
masyarakat ini adalah untuk mencegah semakin banyaknya angka stunting di Kecamatan Pujon melalui
kegiatan parenting kepada para orang tua yang memiliki anak balita. Kegiatan ini berupa sosialisasi
kepada 35 orang tua yang memiliki anak balita, kegiatan ini dilaksanakan di Balai Dusun Sebaluh pada
tanggal 17 Januari 2025. Hasil pengabdian ini yaitu meningkatnya pengetahuan dan pemahaman para
orang tua terhadap stunting, baik itu pengertian, upaya pencegahan, dan pengaruhnya pada tumbuh
kembang anak.
Belakangan stunting sedang hangat diperbincangkan banyak orang, khususnya para ibu. Berdasarkan
WHO, stunting adalah gangguan tumbuh kembang anak yang disebabkan kekurangan asupan gizi,
terserang infeksi, maupun stimulasi yang tak memadai.
Berikut adalah yang harus dilakukan untuk pencegahan stunting :
Memenuhi kebutuhan gizi sejak hamil
Tindakan yang relatif ampuh dilakukan untuk mencegah stunting pada anak adalah selalu memenuhi gizi
sejak masa kehamilan. Lembaga kesehatan Millenium Challenge Account Indonesia menyarankan agar
ibu yang sedang mengandung selalu mengonsumsi makanan sehat nan bergizi maupun suplemen atas
anjuran dokter. Selain itu, perempuan yang sedang menjalani proses kehamilan juga sebaiknya rutin
memeriksakan kesehatannya ke dokter atau bidan.
Beri ASI Eksklusif sampai bayi berusia 6 bulan
Veronika Scherbaum, ahli nutrisi dari Universitas Hohenheim, Jerman, menyatakan ASI ternyata
berpotensi mengurangi peluang stunting pada anak berkat kandungan gizi mikro dan makro. Oleh karena
itu, ibu disarankan untuk tetap memberikan ASI Eksklusif selama enam bulan kepada sang buah hati.
Protein whey dan kolostrum yang terdapat pada susu ibu pun dinilai mampu meningkatkan sistem
kekebalan tubuh bayi yang terbilang rentan.
Dampingi ASI Eksklusif dengan MPASI sehat.
Ketika bayi menginjak usia 6 bulan ke atas, maka ibu sudah bisa memberikan makanan pendamping atau
MPASI. Dalam hal ini pastikan makanan-makanan yang dipilih bisa memenuhi gizi mikro dan makro
yang sebelumnya selalu berasal dari ASI untuk mencegah stunting. WHO pun merekomendasikan
fortifikasi atau penambahan nutrisi ke dalam makanan. Di sisi lain, sebaiknya ibu berhati-hati saat akan
menentukan produk tambahan tersebut. Konsultasikan dulu dengan dokter.
Terus memantau tumbuh kembang anak
Orang tua perlu terus memantau tumbuh kembang anak mereka, terutama dari tinggi dan berat badan
anak. Bawa si Kecil secara berkala ke Posyandu maupun klinik khusus anak. Dengan begitu, akan lebih
mudah bagi ibu untuk mengetahui gejala awal gangguan dan penanganannya.
Selalu jaga kebersihan lingkungan
Seperti yang diketahui, anak-anak sangat rentan akan serangan penyakit, terutama kalau lingkungan
sekitar mereka kotor. Faktor ini pula yang secara tak langsung meningkatkan peluang stunting. Studi
yang dilakukan di Harvard Chan School menyebutkan diare adalah faktor ketiga yang menyebabkan
gangguan kesehatan tersebut. Sementara salah satu pemicu diare datang dari paparan kotoran yang masuk
ke dalam tubuh manusia.
https://www.kompasiana.com/dharmasheva1743763