KEDIRI — Masa remaja merupakan fase yang sangat krusial dalam pembentukan karakter dan pencarian jati diri. Di tengah derasnya arus pengaruh lingkungan pergaulan dan pesatnya perkembangan teknologi, para remaja sering kali dihadapkan pada tantangan moral yang cukup kompleks. Menyikapi fenomena ini, kelompok mahasiswa Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang mengambil langkah nyata melalui kolaborasi keagamaan di sekolah.
Pada Kamis, 26 Februari 2026, Aula Lama MAN 1 Kota Kediri dipadati oleh ratusan siswa kelas X yang tampak antusias. Mereka berkumpul untuk mengikuti perhelatan berharga bertajuk Seminar PERMATA (Power Ramadhan Membangun Takwa). Mengusung tema besar "Ramadhan: Transformasi Spiritual Menuju Pribadi Beriman dan Berakhlak Mulia", seminar ini dirancang khusus untuk membimbing para siswa agar mampu mengarahkan diri pada nilai-nilai keimanan yang kokoh.
Momentum Emas di Ambang Bulan Suci
Bulan Ramadhan sejatinya bukan sekadar rutinitas ibadah tahunan tanpa makna. Di hadapan sekitar 344 siswa kelas X yang hadir, pihak penyelenggara menekankan bahwa bulan suci ini merupakan madrasah spiritual terbaik untuk melakukan perubahan perilaku dan pembentukan akhlak mulia.
Acara akbar ini secara resmi dibuka dengan khidmat oleh Master of Ceremony (MC), yang kemudian dilanjutkan dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Atmosfer hangat kian terasa saat Kepala Madrasah MAN 1 Kota Kediri memberikan sambutan hangat di podium. Beliau menyampaikan apresiasi mendalam atas inisiasi program ini dan berharap agar materi yang disampaikan mampu diserap secara nyata untuk membentengi moral para siswa di era digital.
Membedah Esensi Transformasi Diri
Sesi inti yang dinanti-nantikan pun dimulai di bawah panduan hangat dari saudari Zahwa Amalia Nisa’ selaku moderator. Narasumber utama, Ayu Setia Ningsih, S.S., memaparkan materi secara interaktif dan lugas di hadapan para peserta. Dalam pemaparannya, beliau menggarisbawahi bahwa kunci utama dari transformasi spiritual adalah konsistensi dalam mengimplementasikan nilai keimanan menjadi tindakan atau akhlak nyata dalam kehidupan bertetangga, sekolah, maupun keluarga.
Penyampaian materi yang segar dan tidak monoton membuat suasana di dalam aula lama menjadi sangat hidup. Siswa-siswi tampak aktif mencatat poin-poin penting dan tidak ragu untuk berinteraksi langsung.
Saat sesi tanya jawab dibuka, ruang aula dipenuhi dengan diskusi yang hangat. Berbagai pertanyaan kritis khas remaja bermunculan dari para audiens. Sebagai bentuk penghargaan atas keberanian dan keaktifan para siswa selama berdiskusi, panitia memberikan apresiasi berupa cinderamata langsung di atas panggung yang disambut dengan tepuk tangan meriah dari seluruh peserta.
Refleksi Akhir dan Harapan ke Depan
Rangkaian seminar yang berlangsung produktif ini akhirnya ditutup dengan pembacaan doa bersama secara khidmat oleh perwakilan panitia. Melalui pelaksanaan seminar ini, panitia berhasil menyimpulkan bahwa target penguatan spiritual bagi siswa Fase E (Kelas X) MAN 1 Kota Kediri telah tercapai dengan sangat optimal. Kehadiran aktif dari 344 siswa menjadi bukti nyata tingginya kepekaan generasi muda terhadap pentingnya perbaikan kualitas diri.