2 months ago

Membangun Kolaborasi dan Kepedulian: Refleksi 40 Hari Pengabdian Kelompok Eshora di Dusun Gumul

Header Image
MUHAMMAD RAMZI

220302110089 • KKM Mandiri • G.177

Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) merupakan wujud nyata implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi dalam bentuk pengabdian kepada masyarakat. Pada Tahun 2025–2026, saya bersama Kelompok Eshora melaksanakan pengabdian selama 40 hari di Dusun Gumul, Desa Sukomulyo, Kecamatan Pujon. Kegiatan ini menjadi ruang aktualisasi keilmuan sekaligus proses pembelajaran sosial yang komprehensif di tengah kehidupan masyarakat.



Kegiatan diawali dengan pelepasan resmi oleh pihak kampus yang memberikan pembekalan mengenai peran strategis mahasiswa sebagai agen perubahan. Setibanya di lokasi, Kelompok Eshora melakukan koordinasi dengan perangkat desa serta tokoh masyarakat guna menyelaraskan program kerja dengan kebutuhan setempat. Pembukaan KKM yang dilaksanakan di Balai Desa Sukomulyo menjadi momentum penting dalam membangun komitmen kolaboratif antara mahasiswa dan masyarakat.



Selama pelaksanaan KKM, Kelompok Eshora menjalankan berbagai program kerja secara terstruktur dalam beberapa bidang utama, yaitu keagamaan, pendidikan, sosial, dan lingkungan. Dalam bidang keagamaan, program One Day One Juz dilaksanakan secara konsisten hingga khatam 30 juz Al-Qur’an. Kegiatan ini tidak hanya memperkuat spiritualitas, tetapi juga membangun kedisiplinan dan kebersamaan antaranggota kelompok. Selain itu, partisipasi dalam kegiatan keagamaan masyarakat seperti tahlil, yasinan, pembacaan Al-Kahfi dan Al-Waqiah, serta sholawat rutin menjadi sarana integrasi sosial yang efektif.



Pada bidang pendidikan, Kelompok Eshora berperan aktif dalam mendukung kegiatan pembelajaran di SDN Sukomulyo 4. Pendampingan senam pagi, keterlibatan dalam proses belajar mengajar, serta penerapan metode pembelajaran yang interaktif menjadi bagian dari kontribusi yang diberikan. Selain itu, pengembangan minat dan bakat siswa melalui latihan seni tari, vokal, MC, dan dirigen turut menjadi fokus pendampingan. Pembuatan video profil sekolah serta pelaksanaan program Adiwiyata juga dilakukan sebagai upaya mendukung penguatan identitas sekolah dan peningkatan kesadaran lingkungan di kalangan siswa.



Kontribusi dalam pendidikan nonformal diwujudkan melalui kegiatan mengajar di TPQ Baitussalam, TPQ Al-Qodar, dan TPQ P. Imron. Pendampingan santri dalam membaca dan memahami Al-Qur’an dilaksanakan secara rutin dengan pendekatan yang komunikatif dan suportif. Selain itu, penyelenggaraan sosialisasi parenting di lingkungan TPQ memberikan edukasi kepada orang tua mengenai pentingnya pola asuh yang mendukung perkembangan anak. Kelompok Eshora juga melaksanakan sosialisasi pencegahan pernikahan dini di Balai Desa sebagai bentuk kontribusi edukatif dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap dampak sosial, psikologis, dan pendidikan dari pernikahan usia dini.



Dalam bidang sosial dan lingkungan, Kelompok Eshora turut terlibat dalam berbagai kegiatan kemasyarakatan, seperti membantu distribusi bantuan sosial, mendampingi musyawarah desa, serta berpartisipasi dalam kerja bakti di lingkungan Sumber Dawuhan. Kebersihan posko dan lingkungan sekitar dijaga secara konsisten sebagai bentuk keteladanan. Dukungan terhadap UMKM lokal diwujudkan melalui pembuatan dokumentasi dan konten promosi produk sebagai bagian dari penguatan ekonomi kreatif desa.



Menjelang akhir masa pengabdian, dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program kerja. Kegiatan penutupan KKM berlangsung dengan tertib dan dihadiri oleh perangkat desa serta masyarakat. Momentum pamitan menjadi refleksi bahwa hubungan yang terjalin selama 40 hari tidak hanya bersifat formal, tetapi juga emosional dan kekeluargaan.



Secara keseluruhan, pelaksanaan KKM oleh Kelompok Eshora di Dusun Gumul memberikan pengalaman yang signifikan dalam membangun kompetensi sosial, kepemimpinan, serta sensitivitas terhadap kebutuhan masyarakat. Pengabdian ini menegaskan bahwa kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat merupakan fondasi penting dalam menciptakan dampak yang berkelanjutan. Empat puluh hari pengabdian bukan sekadar rangkaian kegiatan, melainkan proses pembelajaran yang memperkaya perspektif dan memperkuat komitmen untuk terus berkontribusi bagi masyarakat.