1 year ago

Membentuk Kebiasaan Baik dalam Gizi Anak sejak Usia Dini Di TK Dharma Wanita Persatuan Lamongan

Header Image
NAILA ISAFATI KHUSNA

220108110055 • KKM MBKM & Pengabdian Lain • G.335

Lamongan, Mei 2025 -- Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) dari Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang sukses menggelar kegiatan edukatif bertema "Gizi Seimbang APRAS dan Isi Piringku" di TK Dharma Wanita Persatuan Lamongan. Kegiatan ini fokus pada isu krusial dalam mengasuh anak usia dini, yaitu membentuk pola makan sehat dan mengenalkan pemahaman gizi yang benar sejak dini.



Dua narasumber ahli di bidang gizi dan kesehatan, yakni Ibu Fitria Anggraeni, A.Md.Gz. dan Ibu Khilayatul Jannah Wiyono Putri, S.Tr.Kes., turut hadir memberikan pemaparan dalam kegiatan ini. Kegiatan tersebut mendapat berbagai positif dan antusiasme tinggi dari wali murid serta para guru TK Dharma Wanita, yang terlibat aktif dalam sesi penyuluhan, diskusi, dan tanya jawab yang berjalan dalam suasana penuh kehangatan dan keterlibatan.



Kepala TK Dharma Wanita, Ibu Marsiyati, S.Pd., menyampaikan apresiasi yang mendalam dalam Berbagainya. Beliau mengucapkan terima kasih atas inisiatif mahasiswa KKM yang telah menyelenggarakan seminar parenting tersebut, serta kepada narasumber yang telah berbagi pengetahuan penting bagi proses pertumbuhan dan perkembangan anak-anak.



Dalam sesi materi, Ibu Fitria Anggraeni menyoroti pentingnya kebijakan gizi seimbang pada anak sejak usia dini. Ia mengenalkan konsep "Isi Piringku" sebagai panduan sederhana untuk menyusun makanan yang seimbang dalam satu piring, mencakup karbohidrat, protein, sayur, buah, serta konsumsi udara putih yang cukup. Ia juga menekankan bahwa kebiasaan makan sehat harus dimulai sejak kecil, agar anak terbiasa memilih makanan yang bergizi secara mandiri.



Selanjutnya Ibu Khilayatul Jannah menyampaikan pendekatan APRAS yaitu singkatan dari Atur porsi, Pilih makanan sehat, Rutin makan, Aktif bergerak, dan Seimbangkan kebutuhan energi. Ia menegaskan bahwa perubahan kebiasaan makan pada anak membutuhkan proses dan keteladanan, bukan hasil instan. Dalam paparannya, ia juga membagikan berbagai tips aplikatif seperti mengajak anak terlibat dalam memilih makanan sehat, membuat jadwal makan yang teratur, dan mengurangi konsumsi makanan instan serta gula berlebih.



Salah satu bagian paling menarik dari kegiatan ini adalah sesi diskusi interaktif antara peserta dan narasumber. Para orang tua dan guru menyampaikan berbagai tantangan yang mereka hadapi dalam membentuk kebiasaan makan anak, seperti kesulitan makan (picky eater), kebiasaan ngemil, hingga pengaruh makanan jajanan. Suasana dialog terasa akrab dan hidup, namun tetap mengedukasi dan memberi solusi nyata.



Kegiatan ini memberikan pesan kuat bahwa penyediaan gizi anak adalah tanggung jawab bersama, tidak hanya berada di tangan sekolah atau instansi kesehatan, tetapi juga melibatkan peran penting keluarga dan masyarakat. Melalui kegiatan yang sederhana namun bermakna ini, disampaikan bahwa terbentuknya kebiasaan makan sehat bukanlah hal yang rumit, melainkan bisa dimulai dari pengetahuan dasar, niat yang kuat, dan keinginan untuk mengubah pola yang selama ini berjalan.