Malang, 28 Januari 2025 -- Kehangatan dan keharuan menyapa Aula SMK Islamiyah hari ini. Bagaimana tidak, kegiatan Santunan Anak Yatim yang difasilitasi oleh Yayasan Islamiyah bersama mahasiswa AM dan KKM Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang (UIN MALIKI) berhasil meraih sukses. Acara yang berlangsung pada Selasa pagi ini menghadirkan tokoh masyarakat, warga sekitar dan puluhan anak yatim serta piatu. Acara dimulai dengan lantunan ayat suci Al-Qur'an. Selanjutnya, acara dilanjutkan dengan sambutan beberapa tokoh penting seperti Kepala Desa Pakis: Abul Khoiri, S.Pd.I, Syekh Bakur Abdullah Muhammad Nur Mirdad dan Syekh Fawwaz Ridwan Mahmud Mirdad. Ketiganya sungguh-sungguh merasa bersyukur dan memberikan apresiasi tinggi kepada semua pihak yang terlibat dalam kesuksesan acara tersebut.
Sementara itu Bapak Abul Khoiri, S.Pd.I dalam sambutannya mengatakan betapa pentingnya rasa peduli. Ia menyampaikan apreasiasi kepada para mahasiswa dan panitia pelaksana yang telah bekerja keras untuk menyukseskan acara santunan. "Santunan ini bukan hanya soal pemberian secara materi, namun juga wujud dari cinta dan kasih sayang kita kepada anak-anak yang sangat membutuhkan", tutur beliau.
Tidak hanya itu, Syekh Bakur Mirdad juga berpendapat mengenai keikhlasan dalam berbagi. Ia menegaskan bahwa Islam mengajarkan untuk memberikan perhatian kepada anak yatim dan golongan yang lemah. "Barang siapa menyayangi anak yatim, niscaya Allah memberikan keberkahan baginya nar hidupnya. Sesuatu yang ia sukai berada di dalam rumahnya", ucap beliau singkat.
Syekh Fawwaz Mirdad juga menambahkan bahwasanya keberkahan hidup bukanlah dimulai dari kekayaan namun dari beberapa doa yang disusul dengan terucapnya doa yatim-anak. Menurut nya, memberi dan membentur rasa nya keikhlasan itu sebenarnya adalah sama saja memberikan jaminan kebaikan yang menjalankan investasi kebaikan ke masa depan. Tidak hanya meringankan mereka yang tidak mampu, tetapi menghubuungkan seluruh masyarakat dalam persaudaraan semata karena segenap lapisan masyarakat termasuk mahasiswa.
Kegiatan santunan yatim piatu ini tidak mungkin berjalan lancar tanpa dukungan masyarakat, mahasiswa, dan donatur yang memberikan sebagian rizki mereka. Menurut mahasiswa yang terlibat dalam KKM, mereka juga belajar bagaimana tidaknya peduli dan diberi semangat oleh masyarakat.
Beberapa acara yang diadakan selain santunan adalah kesenian bernuansa Islami, ceramah motivasi dan doa bersama yang membuat anak yatim terlihat sangat gembira mendapatkan bantuan tersebut. Semoga acara semacam ini selalu diadakan. Karena memperhatikan kesejahteraan anak-anak yatim bukan hanya tugas individu atau kelompok, tetapi merupakan tanggung jawab bersama yang kita emban sebagai umat Muslim. Semoga dengan kegiatan ini, lebih banyak hati yang terinspirasi untuk memberikan perhatian dan bantuan kepada mereka yang membutuhkannya. Seperti yang ditekankan oleh para pemimpin dalam pidato mereka, aksi kolektif untuk berbuat kebaikan memberikan hasil yang bermanfaat dan menguntungkan bagi kita semua.
Konten ini telah tayang di Kompasiana.com dengan judul "Menanam Cinta, Memanen Doa: Kegiatan Santunan Anak Yatim bersama Mahasiswa AM dan KKM Yayasan Islamiyah", Klik untuk baca:
https://www.kompasiana.com/ayudwi5765/68158366ed641547cb439e62/menanam-cinta-memanen-doa-kegiatan-santunan-anak-yatim-bersama-mahasiswa-am-dan-kkm-yayasan-islamiyah?utm_source=Whatsapp&utm_medium=Refferal&utm_campaign=Sharing_Mobile
Kreator: Rani Ayu