Menanam Manfaat dari Hal Sederhana: Program Penghijauan di Dusun Melo'an
Konten ini telah tayang di Kompasiana.com dengan judul "Menanam Manfaat dari Hal Sederhana: Program Penghijauan di Dusun Melo'an", Klik untuk baca:
https://www.kompasiana.com/bintangpratama3365/6980aaea34777c47425ceef2/menanam-manfaat-dari-hal-sederhana-program-penghijauan-di-dusun-melo-an
Foto Dokumentasi Pemotongan dan Pengecatan Galon
Penghijauan tidak selalu harus dimulai dari lahan luas dan anggaran besar. Terkadang, ia berangkat dari benda-benda yang dianggap tak lagi bernilai, dari tangan-tangan yang mau bekerja, dan dari kesadaran bahwa alam perlu dirawat bersama. Berangkat dari semangat inilah Kelompok 12 KKM UIN Maulana Malik Ibrahim Malang melaksanakan program kerja penghijauan di Dusun Melo'an, Desa Sidorejo, Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang.
Program ini dirancang sebagai kegiatan yang tidak hanya menanam tanaman, tetapi juga menanam kesadaran lingkungan kepada masyarakat. Seluruh proses dilakukan secara bertahap dan partisipatif, melibatkan kreativitas, kerja fisik, serta pemanfaatan sumber daya yang ada di sekitar desa.
Dari Galon Bekas Menjadi Pot Bernilai
Kegiatan penghijauan diawali dengan mengumpulkan galon bekas yang sebelumnya tidak terpakai. Galon-galon tersebut kemudian dipotong dan dibentuk menyerupai kelopak bunga, menjadikannya pot tanaman yang unik dan memiliki nilai estetika. Proses ini menjadi simbol bahwa barang bekas pun dapat diberi kehidupan baru apabila dikelola dengan kreativitas dan kepedulian.
Pot yang telah dibentuk kemudian dicat dengan warna hijau dan kuning, menyerupai bunga matahari. Pemilihan warna ini tidak hanya mempercantik tampilan, tetapi juga menghadirkan kesan cerah dan hidup, sehingga tanaman yang ditanam nantinya dapat menjadi elemen keindahan lingkungan sekitar rumah warga.
Tahap berikutnya berfokus pada penyediaan media tanam. Pelepah pisang yang tersedia di sekitar lingkungan dimanfaatkan dengan cara dipotong dan diolah sebagai bagian dari pupuk organik. Selain itu, mahasiswa KKM bersama-sama mencari dan mencangkul tanah yang sesuai untuk dijadikan media tanam. Proses ini dilakukan secara gotong royong, menegaskan bahwa perawatan lingkungan adalah tanggung jawab bersama.
Tanah yang telah disiapkan kemudian dicampur dengan bahan organik, menciptakan media tanam yang subur dan ramah lingkungan. Pendekatan ini dipilih agar tanaman dapat tumbuh dengan baik tanpa ketergantungan pada bahan kimia.
Setelah pot dan media tanam siap, proses penanaman tanaman ke dalam pot pun dilakukan. Tanaman yang telah ditanam kemudian disirami secara rutin sebagai tahap awal perawatan. Tidak berhenti di situ, tanaman juga diberi booster kompos yang berasal dari sampah rumah tangga, sebagai bentuk pemanfaatan limbah organik menjadi sesuatu yang bernilai guna.
Langkah ini menjadi edukasi praktis bagi masyarakat bahwa sampah rumah tangga, apabila dikelola dengan baik, dapat kembali ke alam sebagai sumber kehidupan, bukan sebagai masalah lingkungan.
Menyebarkan Kehijauan ke Lingkungan Warga
Sebagai tahap akhir, pot-pot tanaman yang telah siap kemudian disebarkan ke RT 1 dan RT 2 Dusun Melo'an. Penyebaran ini dimaksudkan agar manfaat penghijauan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat, sekaligus menumbuhkan rasa memiliki dan tanggung jawab bersama untuk merawat tanaman tersebut
Kehadiran pot tanaman di lingkungan warga diharapkan tidak hanya memperindah desa, tetapi juga menjadi pengingat akan pentingnya menjaga keseimbangan alam dalam kehidupan sehari-hari.
Dari Tanaman Tumbuh Kesadaran
Program penghijauan yang dilaksanakan oleh Kelompok 12 KKM UIN Maliki Malang ini menjadi bukti bahwa perubahan lingkungan dapat dimulai dari langkah-langkah kecil yang konsisten. Dari galon bekas, pelepah pisang, tanah, dan sampah rumah tangga, lahir sebuah gerakan sederhana yang sarat makna.
Lebih dari sekadar menanam tanaman, kegiatan ini menanam kesadaran ekologis, memperkuat budaya gotong royong, dan menghadirkan harapan akan lingkungan Dusun Melo'an yang lebih hijau, sehat, dan berkelanjutan.