Bullying masih menjadi isu yang sering dianggap sepele, terutama di lingkungan anak-anak. Padahal, dampaknya bisa sangat besar terhadap perkembangan mental dan sosial mereka. Berangkat dari kepedulian tersebut, kami, Kelompok 91 KKM Reguler Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang, mengadakan Seminar Anti Bullying di MI Roudlotul Nasyi'in pada 31 Januari 2026.
Kegiatan ini diikuti oleh siswa-siswi kelas 1 hingga kelas 6. Tujuan utama dari seminar ini adalah memberikan pemahaman sejak dini mengenai apa itu bullying, bentuk-bentuk bullying yang sering terjadi di lingkungan sekolah, serta dampak negatif yang dapat dirasakan oleh korban maupun pelaku.
Dalam sesi pemaparan materi, kami menyampaikan materi dengan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami oleh anak-anak. Contoh-contoh yang digunakan pun diambil dari situasi yang dekat dengan keseharian mereka. Agar suasana tetap interaktif, kegiatan dikemas dengan tanya jawab dan diskusi ringan sehingga anak-anak tidak hanya menjadi pendengar, tetapi juga berani menyampaikan pendapat.
Selain pemaparan materi, kegiatan ini juga dilengkapi dengan sesi konseling bagi anak-anak. Pada sesi ini, siswa diberikan ruang untuk bercerita dan mengungkapkan perasaan mereka terkait pengalaman di sekolah maupun pertemanan. Beberapa anak terlihat antusias dan mulai terbuka, menunjukkan bahwa ruang aman untuk berbicara sangat dibutuhkan oleh mereka.
Melalui kegiatan ini, kami menyadari bahwa edukasi anti bullying tidak cukup hanya dengan penyampaian materi, tetapi juga membutuhkan pendekatan yang empatik dan berkelanjutan. Anak-anak perlu didampingi agar mampu memahami nilai saling menghargai dan peduli terhadap sesama.
Kami berharap Seminar Anti Bullying ini dapat menjadi langkah awal dalam menciptakan lingkungan sekolah yang lebih ramah, aman, dan bebas dari perundungan. Bagi kami sebagai mahasiswa KKM, kegiatan ini menjadi pengalaman berharga yang mengajarkan arti pengabdian serta pentingnya kehadiran langsung di tengah masyarakat.