3 months ago

Menanamkan Kesigapan Sejak Kecil: Mahasiswa UIN Malang & BPBD Gelar Simulasi Bencana di SDN 3 Sarongan

Header Image
EKA BAGUS ARDIANSYAH

230501110298 • KKM Mandiri • G.186

Sadar bahwa keselamatan diri harus dipahami sejak dini, mahasiswa KKM Kelompok 186 "Cakrawala" dari UIN Malang berinisiatif menggelar kegiatan yang sangat krusial bagi warga pesisir. Pada Jumat (23/01/2026), mereka mengadakan sosialisasi dan simulasi mitigasi bencana untuk siswa kelas 4, 5, dan 6 di SDN 3 Sarongan.



Langkah ini diambil karena Desa Sarongan, yang berada di pesisir selatan Banyuwangi, secara geografis memang rawan terhadap gempa bumi dan tsunami. Tujuannya jelas: mahasiswa ingin anak-anak di sana tidak hanya pasrah saat bencana datang, tapi punya bekal mental dan teknik untuk menyelamatkan diri.



Agar edukasi yang diberikan bukan sekadar teori, tim Cakrawala menggandeng BPBD Kabupaten banyuwangi dan tim lokal Desa Sarongan. Kerja sama ini memastikan setiap instruksi yang diterima siswa sesuai dengan standar keselamatan nasional. Di sini, teori di kelas dan praktik di lapangan digabung menjadi satu paket pembelajaran yang seru.



Awalnya, anak-anak diberikan pemahaman tentang tanda-tanda alam sebelum bencana dengan bahasa yang mudah dicerna dan tidak menakuti-nakuti. Namun, suasana berubah "tegang" sekaligus seru saat simulasi dimulai. Lewat efek suara dentuman dan guncangan yang disetel keras, mental siswa diuji. Mereka langsung sigap mempraktikkan gerakan lindungi kepala dan mencari tempat berlindung.



Keseruan makin memuncak saat anak-anak diajarkan cara menolong orang lain. Mereka tidak hanya belajar lari menyelamatkan diri, tapi juga dilatih menggunakan tandu evakuasi



Petugas BPBD dengan sabar mengajari cara mengangkat korban agar tetap stabil dan tidak memperparah cedera. Melihat antusiasme mereka saat mencoba memikul tandu, rasanya anak-anak ini bukan lagi sekadar murid sekolah, tapi calon relawan tangguh di masa depan.



Meski topiknya serius, mahasiswa KKM 186 berhasil membungkusnya dengan keceriaan. Di sela-sela latihan, ada sesi ice breaking dan game berhadiah yang membuat suasana pecah. Rasa lelah pun tertutup oleh semangat mereka berebut menjawab pertanyaan seputar mitigasi bencana.



Pihak sekolah dan perangkat desa sangat mengapresiasi kegiatan ini. Harapannya, pengetahuan yang didapat siswa tidak berhenti di sekolah, tapi juga diceritakan ke orang tua di rumah. Dengan begitu, Desa Sarongan perlahan bisa menjadi "Desa Tangguh Bencana."



Kegiatan pun diakhiri dengan foto bersama yang penuh tawa. Kelompok Cakrawala telah membuktikan bahwa pengabdian masyarakat paling bermakna adalah yang memberikan bekal bagi keberlangsungan hidup warga di masa depan.