Sore itu, tepat pada tanggal 29 Januari 2026, suasana di Dusun Paras, Kecamatan Poncokusumo, Malang, terasa sedikit berbeda. Di tengah udara sejuk khas lereng gunung, riuh suara anak-anak terdengar lebih bersemangat dari biasanya. Hari itu, kami dari Kelompok 129 Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) berkesempatan untuk menyapa dan belajar bersama adik-adik di Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPQ) setempat.
Dalam balutan rompi cokelat kebanggaan, kami tidak hanya datang sebagai pengajar, tetapi juga sebagai kakak, teman, dan pendengar bagi mereka. Foto ini menangkap sebuah momen sederhana namun penuh makna: sebuah ruangan yang dipenuhi senyum tulus dan energi positif yang menular.
Kegiatan ini bukan sekadar tentang mengeja huruf hijaiyah atau menghafal doa, melainkan sebuah ruang untuk menyelipkan nilai-nilai karakter dan motivasi dalam setiap interaksi yang penuh keceriaan. Di atas karpet sederhana dan di hadapan papan tulis yang mulai memudar, kehangatan terpancar jelas dari semangat adik-adik Dusun Paras yang menjadi api penyemangat bagi kami untuk terus mengabdi. Inilah wujud nyata sinergi dan kebersamaan tim Kelompok 129, di mana bekal ilmu dari bangku kuliah melebur menjadi satu dengan ketulusan pengabdian langsung di lapangan.
Melihat binar mata mereka saat berpose bersama, kami sadar bahwa KKM bukan hanya soal menyelesaikan program kerja, melainkan tentang membangun kedekatan emosional dan meninggalkan jejak inspirasi bagi generasi penerus di Poncokusumo.
"Mengajar bukan hanya tentang mengisi wadah yang kosong, tapi tentang menyalakan api rasa ingin tahu dan kasih sayang di hati mereka."
Semoga foto ini menjadi pengingat abadi bahwa di Dusun Paras, Kelompok 129 pernah berbagi tawa dan doa.