9 months ago

Menebar Manfaat dari Desa: Cerita Tiga Aksi Nyata Mahasiswa KKM UIN Malang dalam Membangun Masyarakat

Header Image
KURNIA AYU PRAMISTI

220107110035 • KKM MBKM & Pengabdian Lain • G.328

Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) bukan sekadar kewajiban akademik, tapi juga momentum nyata untuk berkontribusi langsung kepada masyarakat. Melalui pengalaman di Desa Jeblog dan sekitarnya, tim KKM kami berupaya menghadirkan program kerja yang tidak hanya solutif tetapi juga menyentuh kebutuhan nyata warga. Tiga program unggulan yang kami laksanakan mencerminkan semangat kolaborasi, empati, dan pemberdayaan.



1. Bakti Sosial di Panti Asuhan Muhammadiyah Blitar: Mewarnai Hari Mereka dengan Kebaikan



Bakti sosial ini bukan sekadar kegiatan berbagi sembako atau pakaian layak pakai. Lebih dari itu, kami ingin memberikan ruang bahagia dan pengalaman positif bagi anak-anak di Panti Asuhan Muhammadiyah Blitar. Kegiatan interaktif seperti menggambar, bermain, hingga sesi dongeng motivasi menjadi cara kami membangun semangat dan kepercayaan diri mereka. Kebersamaan yang tercipta menjadi bukti bahwa kepedulian kecil pun bisa memberi arti besar dalam kehidupan anak-anak yang membutuhkan.



2. Edukasi Moderasi Beragama di TPQ Al Mubarok: Menanam Toleransi Sejak Dini



Di tengah masyarakat yang majemuk, membangun kesadaran akan pentingnya hidup dalam toleransi menjadi hal yang sangat relevan. Melalui program edukatif di TPQ Al Mubarok, kami menyisipkan nilai-nilai moderasi beragama dalam pelajaran keislaman selama bulan Ramadan. Ceramah ringan, diskusi santai, dan permainan tematik kami kemas agar santri tidak hanya paham agama, tapi juga belajar menghargai perbedaan sejak dini. Dukungan dari para ustaz dan takmir TPQ membuat suasana belajar semakin bermakna dan bersahabat.



3. Seminar Parenting di Desa Jeblog: Menguatkan Peran Ibu dalam Keluarga



Berangkat dari keresahan akan kurangnya edukasi tentang kesehatan mental dan peran strategis perempuan dalam rumah tangga, kami menginisiasi seminar parenting bertema “Perempuan Hebat: Kunci Mental Tangguh dalam Rumah Tangga”. Diikuti oleh ibu-ibu dari berbagai dusun, seminar ini menjadi ruang saling berbagi dan belajar bersama. Materi tentang manajemen emosi, pola asuh positif, hingga komunikasi efektif disampaikan oleh pemateri profesional. Diskusi hangat antar peserta membuktikan bahwa ibu-ibu pun siap menjadi agen perubahan dalam keluarga.



Dari ketiga program tersebut, kami belajar bahwa perubahan tidak selalu harus dimulai dari hal besar. Ketulusan dalam menjalankan kegiatan, pemahaman terhadap kebutuhan masyarakat, dan semangat untuk terus belajar bersama warga menjadi kunci utama keberhasilan. Kegiatan KKM bukan hanya tentang mengabdi, tetapi juga tentang tumbuh bersama.



Semoga cerita kecil dari lapangan ini bisa menginspirasi lebih banyak mahasiswa untuk turun ke masyarakat, mendengar dengan hati, dan bekerja dengan empati. Karena sejatinya, dampak dari KKM bukan hanya untuk warga, tapi juga untuk kita—mahasiswa yang belajar menjadi manusia yang lebih peduli dan tangguh.